Minggu, 13 Juni 2010

Al-Hikam

Rezeki yang Sudah Ditetapkan


"Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu (oleh Allah) dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dibebankan kepadamu, itu merupakan tanda butanya bashirah (mata batin)."

Penjelasan :

Nasihat bijak ini memberikan pemahaman kepada kita, bahwa sebaiknya jangan memaksakan diri untuk mengejar apa yang sesungguhnya telah dijamin oleh Allah Ta'ala atas seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sebagaimana disitir oleh Allah Ta'ala di dalam sebuah firman-Nya,
"Dan berapa banyak binatang melata yang tidak (mampu) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, juga Dia Mahamendengar lagi Mahamengetahui." (al-'Ankabuut: 60)

Juga firman Allah yang lain,
"Kami (Allah) tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa." (Thaahaa: 123)

Seorang bijak yang bernama Ibrahim al-Khawwash pernah berkata,
"Janganlah memaksakan diri untuk mencapai apa yang telah dijamin (untuk dicukupi), dan jangan menyia-nyiakan (mengabaikan) apa yang telah diamanahkan (diwajibkan) kepadamu untuk memenuhinya."

Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw. bersabda,

"Sesungguhnya Allah sangat mencintai seorang hamba yang apabila melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan sebaik-baiknya." (HR. Abu Ya'la dan al-Asykari)