Minggu, 11 Juli 2010

Anekdot Sufi

Dua Orang Jujur

Ka'b Ibul Ahbar meriwayatkan. Ada dua laki-laki kaum Bani Israil yang sama-sama pergi ke masjid. Salah satunya tidak mau masuk ke masjid, kecuali menunggu di luar saja sembari duduk-duduk. Orang ini berkata "Orang macam aku tidak pantas masuk masjid karena aku terlalu banyak dosa kepada-Nya."
Karena pengakuannya yang jujur itulah, lelaki ini dicatat sebagai orang yang jujur.

Ada kisah lain masih dari orang Bani Israil yang ahli maksiat. Atas perbuatannya itu, orang tersebut merasa gelisah. Hatinya pun selalu gundah bila teringat dosa yang disandangnya. Sambil mondar-mandir ke sana ke mari, orang itu lalu berkata, "Dengan cara apa Tuhanku rela kepadaku?" Dengan cara apa Tuhanku rela kepadaku........."
Akhirnya, dengan pengakuannya itu pula orang tersebut ditulis sebagai orang yang jujur.

Humor Gusdur

Pipis di Kuala Lumpur

Dua orang pria sedang "pipis" di sebuah toilet di Kuala Lumpur. Tiba-tiba yang seorang menoleh kepada pria di sebelahnya sambil bertanya,
"Orang Indonesia , ya?"
"Ya" jawab yang satunya
"Muslim, ya?"
"Betul"
"Dari kota Jombang, ya?"
"Iya dari Jombang"
"Yang nyunat anda Haji Hanafi yang matanya buta sebelah, ya?"
"Betul" (sambil berpikir) "Tapi kok....mas bisa tahu semua itu?"
"Soalnya cuma Haji Hanafi yang sayatan sunatnya melenceng dan anda sedang mengencingi sepatu saya".....

Petuah Bijak

"Hiduplah sesukamu, tapi ingat, kamu akan mati. Cintailah apa saja yang kamu kehendaki, tapi ingat, kamu akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, tapi ingat, kamu akan dibalas (sesuai perbuatanmu)."

( Rasulullah s.a.w )

Al-Hikam

Allah Tidak Terhijab Oleh Apapun


"Al-Haq (Allah) tidak terhijab, tapi engkaulah yang terhalang dari melihat-Nya. Sekiranya Allah terhijab oleh sesuatu, maka sesuatu itu berarti telah menutupi-Nya. Dan bila ada tutup bagi-Nya, maka tentu ada wujud-Nya akan terkurung oleh sesuatu tersebut. Dan sesuatu yang mengurung tentu menguasai yang dikurung, padahal Allah Mahakuasa atas semua hamba-Nya."


Penjelasan :

Allah Ta'ala adalah Zat Yang Mahasegalanya. Sedangkan semua makhluk ciptaan-Nya memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu, Syaikh Ibnu Atha'illah berpesan, jangan sampai keterbatasan kita sebagai makhluk menjadikan kita durhaka kepada Allah.