Sabtu, 24 Juli 2010

Humor Gus Dur

Pastor Berburu Harimau

WAKTU Gus Dur menjabat Presiden RI sempat bertemu dengan para romo (pastor) seluruh Keuskupan Agung Semarang. Seperti biasa, Gus Dur menyelipkan humor sesuai dengan situasi. Karena pertemuan pastor, maka Gus Dur berkisah tentang pastor itu di sebuah negeri yang senang berburu binatang buas.
Sekali waktu, selesai misa hari Minggu, seorang pastor pergi ke hutan berburu binatang buas. Ia melihat seekor harimau. Langsung sang pastor mengokang senapannya dan menembak: "Dor....dor!" Wah, ternyata tembakannya meleset dan sang harimau balik mengejar sang pastor. Pastor segera berlari mengambil langkah seribu. Tiba-tiba si pastor berhadapan dengan jurang yang dalam. Si pastor langsung berhenti, berlutut, dan mengatupkan tangannya berdoa sebelum diterkam harimau. Berdoa sebelum mati.
Selesai berdoa, sang pator terheran-heran karena ternyata ia masih hidup, tidak diterkam harimau. Waktu ia menoleh ke kanan, dilihatnya harimau itu berlutut di sampingnya dan berdoa sambil mengatupkan kedua kaki depannya, seperti orang Katolik mengatupkan kedua tangannya ketika sedang berdoa. Si pastor lalu bertanya kepada harimau, "Harimau, kamu kok tidak menerkam saya, malah kamu ikut-ikutan berdoa seperti saya. Mengapa?" Jawab harimau: "Ya, saya sedang berdoa. Berdoa sebelum makan!" Si pastor langsung pucat.

Petuah Bijak

"JANGAN MENUNTUT TUHANMU KARENA PERMOHONANMU BELUM DIKABULKAN. NAMUN, TUNTUTLAH DIRIMU SENDIRI YANG KURANG SOPAN."

( Syeikh Ibn 'Atha'illah as-Sakandari )

Al-Hikam

Jangan Tinggalkan Zikir Dalam Kondisi Apapun


"Jangan tinggalkan zikir lantaran hatimu tidak bisa berkonsentrasi kepada Allah saat berzikir. Sebab, kelalaianmu terhadap Allah ketika tidak berzikir lebih buruk daripada kelalaianmu saat berzikir. Semoga Allah berkenan mengangkat derajatmu dari zikir yang penuh dengan kelalaian menuju zikir yang penuh dengan kesadaran (ingat kepada Allah); dan dari zikir yang penuh kesadaran menuju zikir yang disemangati oleh kehadiran-Nya. Juga dari zikir yang disemangati oleh kehadiran-Nya menuju zikir yang meniadakan segala sesuatu selain-Nya. Dan yang demikian itu bagi Allah bukanlah merupakan sesuatu yang sulit."


Penjelasan :

Ada sebuah hadist qudsi yang menyatakan,
"Aku (Allah) selalu mengikuti sangkaan seorang hamba terhadap-Ku, dan Aku senantiasa menyertainya ketika ia mengingat Aku (berzikir)."

Sifat lalai yang dimiliki seorang hamba memang berpotensi membinasakan. Oleh karena itu, zikir menjadi jembatan penyelamat yang mampu menyambungkan hubungan antara hamba dengan pemilik dirinya. Ibnu 'Abbas ra. pernah berkata, "Semua kewajiban yang diberlakukan oleh Allah Ta'ala atas diri hamba-hamba-Nya memiliki batasan (waktu maupun kemampuan), dimana pada kesemuanya itu terdapat keringanan bagi siapa yang berhalangan di dalam menjalankannya, kecuali zikir. Dalam zikir itu tidak ada batasan maupun penghalang yang membebani. Hingga tidak dapat diterima apabila seorang hamba lalai dalam berzikir."

Oleh karena itu Syaikh Ibn 'Atha'illah senantiasa berpesan, "Jangan tinggalkan zikir!"