Senin, 12 Juli 2010

Anekdot Sufi

Polisi dan Rokok


Ada seorang Habib yang dikenal cukup keras berceramah, utamanya soal halal haram. Dalam sebuah kesempatan, sang Habib bertemu dengan soarang Kiai Sufi yang menjadi perokok berat di sebuah rumah kawan keduanya. Melihat Kiai tadi terus mengepulkan asap rokok, dengan nada sinis, sang Habib lalu menyindir:
"Bagaimana hukumnya orang yang menerjang rambu-rambu lalu lintas itu?"
"Ya, harus dihukum!" jawab sang Kiai.
"Apalagi kalau si pelanggar itu tahu benar tentang aturan lalu lintas, alangkah beratnya hukuman itu..." sindir Habib lagi.
Karena tak enak mendengar sindiran itu, sang Kiai lantas balik menyerang:
"Bib, apa yang Anda katakan benar. Tapi saya kan sangat kenal dekat, bahkan menyatu dengan jiwa polisi itu. Walaupun dia tahu ada pelanggaran, tetapi ternyata yang melanggar itu orang yang sangat dekat dengannya, saya pasti dibebaskan dari hukuman. Tapi kalau Anda yang melanggarpasti dihukum. Sebab Anda tidak dekat dengan polisi, bahkan mungkin Anda tidak dikenal sama ssekali oleh polisi itu."
Tahu dirinya diserang, Sang Habib pun merah padam mukanya. Ia kemudian pamit begitu saja pada tuan rumah, sambil membawa emosi yang masih mendongkol.








(Diambil dari Majalah Cahaya Sufi)

Humor Gusdur

Sesama Setan Dilarang Saling Melempar


Seorang presiden dan Menpen (menteri penerangan) di era pemerintahan orde baru mempunyai pengalaman menarik dalam menunaikan ibadah haji di Mekkah. Pengalaman ini khususnya terjadi pada saat dia (menpen) melempar jumrah. Bayangkan, setiap kalidia melempar jumrah, batunya selalu berbalik(memantul) menimpa dahinya. Sudah tujuh kali batu yang dia lontarkan berbalik menimpa dahinya dengan cara yang sama. Sudah tentu dia bingung dan mulai ketakutan. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Mau meninta petunjuk presiden, tentu tidak mungkin, karena sama-sama sedang sibuk. Ditengah kebingungan itulah, tiba-tiba dia mendengar suara halus di telinganya, "Sesama setan dilarang saling melempar!"

Petuah Bijak

"Memberi nasihat itu mudah. Yang susah adalah menerimanya, karena ia akan dirasakan pahit oleh si penghamba nafsu, mengingat perkara-perkara yang terlarang itu sangat dicintainya, lebih-lebih lagi di kalangan penuntut-penuntut ilmu formal, yang telah banyak membuang waktu, mencari kebesaran diri sendiri dan mengharap kemegahan di dunia ini."

( Imam Abu Hamid Al-Ghazali )

Al-Hikam

Agar Mudah Menyambut Panggilan Allah


"Keluarkanlah dari sifat-sifat kemanusiaanmu, setiap sifat yang menyalahi ubudiyah-mu (penghambaan), supaya mudah bagimu menyambut panggilan Al-Haq (Allah) dan mendekat ke hadirat-Nya."


Penjelasan :

Pada dasarnya, manusia memiliki sisi baik dan juga sisi buruk. Oleh karena itu Syaikh Ibnu 'Atha'illah mengingatkan, apabila kita mampu mengendalikan sisi buruk yang ada pada diri kita, dan semaksimal mungkin mengisinya dengan sisi baikyang kita miliki, maka hal itu mampu untuk mengantarkan kita menuju Allah Ta'ala.