Rabu, 21 Juli 2010

Anekdot Sufi

SUFI YANG KAYA


Suatu hari, Syaikh Abu al-Hasan as-Syadzili kedatangan seorang tamu, yang kebetulan murid kerabatnya sendiri yang teramat miskin. Tamu ini memang diutus gurunya untuk bersilaturahmi ke rumah Abu al-Hasan, tugasnya adalah mendengarkan dan menyampaikan apa yang diucapkan oleh Sulthanul Auliya Abu al-Hasan.

Ketika di depan rumah Abu al-Hasan, tamu itu tercengang, karena melihat rumah Abu al-Hasan yang sangat mewah, kuda yang elok dan perhiasan yang gemerlap bagai istana raja. Si tamu berpikir, bagaimana mungkin seorang wali besar memiliki rumah dan kekayaan yang teramat mewah? Kalau guruku yang miskin itu, mungkin wajar saja. Tapi ini...

Syaikh Abu al-Hasan pun keluar dan menemui tamunya. Tiba-tiba beliau berkata, "Katakan ya pada gurumu, kapan ia berhenti memikirkan dunia?"

Si tamu lantas pulang dengan penuh tidak mengerti, bagaimana gurunya yang sufi miskin itu disebutnya masih memikirkan dunia. Sedangkan Abu al-Hasan yang kaya raya itu malah mengatakan sebaliknya, kapan gurunya berhenti memikirkan dunia.
Sampai di rumah gurunya ia ditanya, "Apa pesan Abu al-Hasan?"
"Tidak pesan apa-apa tuan guru."
"Tidak, pasti ia punya pesan. Jangan kamu tutup-tutupi, katakan saja sejujurnya."
"Aaanu...tuan guru.....Beliau hanya mengatakan, kapan tuan berhenti memikirkan dunia."
"Benar. Benar...Abu al-Hasan. Beliau benar. Walaupun kekayaannya melimpah seperti konglomerat, tak satu pun harta itu menempel di hatinya. Sedangkan saya yang miskin ini masih berharap kapan saya bisa kaya."

Sang murid itu hanya manggut-manggut belaka, sambil meresapi kata-kata tadi.

Petuah Bijak

"Muliakanlah orang beriman meskipun berbuat dosa dan maksiat. Suruhlah mereka berbuat baik dan cegahlah mereka dari kemungkaran. Jauhi mereka dengan perasaan kasihan, bukan dengan merasa lebih mulia."

( Syaikh Abu al-Hasan )

Humor Gus Dur

Tiga Tahanan Che Guevara

INI guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden RI dan berkunjung ke Kuba untuk memenuhi Presiden Fidel Castro.
Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap. Mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan.
Beliau bercerita pada Fidel Castro, bahwa ada tiga orang tahanan yang berada dalam sel. Para tahanan saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan.

"Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guavera," kata tahanan pertama.
Seperti diketahui Che Guevera memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.

Tahanan kedua berkata geram.
"Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!"
Mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya.

"Kalau kamu kenapa sampai di penjara di sini?" tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.

Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati.
"Karena saya Che Guavera..."

Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur.

Al-Hikam

Hati-Hati Memilih Sahabat


"Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang keadaannya tidak membangkitkan semangatmu, dan pembicaraannya tidak membimbingmu ke jalan Allah."


Penjelasan :

Sahabat sering dianggap sebagai cerminan dari seseorang. Bahkan kita bisa menyimpulkan sosok seseorang dari melihat dengan siapa saja orang itu bersahabat. Oleh karena itu, Syaikh Ibn 'Atha'illah berpesan, berhati-hatilah di dalam memilih sahabat. Sebab, sosok sahabat mampu mengawal kita menuju keridhaan Allah. Namun dia juga sanggup menggiring kita menuju jurang kehancuran dan kesia-siaan, serta murka-Nya.

Syaikh Ibn 'Atha'illah menasehatkan pula,

"Boleh jadi engkau berbuat buruk, tetapi tampak olehmu sebagai kebaikan lantaran engkau bersahabat dengan orang yang tingkah lakunya lebih buruk darimu."


Penjelasan :

Bersahabat dengan orang yang lebih rendah akhlak maupun imannya sangatlah berbahaya. Sebab, di dalam sebuah persahabatan ada sikap saling mempengaruhi, hingga akan sulit untuk mendapatkan manfaat darinya karena tidak berimbangnya posisi yang ada. Dan, fungsi koreksi akan berhenti, atau timpang pada salah satu pihak saja. Maka, selektiflah dalam memilih siapa yang akan Anda jadikan sebagai sahabat.