Kamis, 29 Juli 2010

Anekdot Sufi

ANTARA ADA DAN TIDAK ADA


Perdebatan para santri di sebuah pesantren di Kediri, Jawa Timur berakhir tanpa keputusan. Biasanya perdebatan demikian pasti berkaitan soal teologi.
"Kalau seandainya seorang Mukmin membaca Laa Ilaaha Illallah di akhir hayatnya, tetapi baru sampai Laa Ilaaha...(tiada Tuhan), apakah matinya mukmin atau kafir?" tanya seorang santri mengawali perdebatan.
Pertanyaan ini tentu menggemparkan hadirin yang sedang berdiskusi. Mereka berdebat seru sampai akhirnya seorang ustadz turun tangan.
"Menurut saya, ya, dia mati kafir....!"
Tapi perdebatan tidak berhenti di situ, karena para santri masih terus mengalami kemuskilan.
"Lho, pak ustadz, dia niatnya kan sudah membaca Laa Ilaaha Illallah, kalau tidak selesai itu bukan urusan dia, yang penting kan Allah melihat hati hamba-Nya, bukan ucapannya," sergah santri lain.
"Tapi kita kan harus menghukumi yang bersifat formalnya, bukan dalamnya, kita hukumi lahiriyahnya, soal rahasia batin orang itu, bukan urusan kita. Tapi urusan Allah,"jawab sang ustadz.
Nun di sudut tempat itu, ada seorang penjaja kue yang menyimak dengan asyiknya majelis diskusi kaum santri. Spontan ia pun nyeletuk. "Maaf Pak Ustadz, saya boleh tanya?"
"Tanya apa?"
"Lebih dulu mana, usia Ada dengan Tiada itu?"
Suasana forum benar-benar senyap dengan pertanyaan tukang kue itu. Semua terdiam. Pertanyaan yang sangat dalam dan mengandung dimensi filsafat yang menembus wilayah tanpa batas.
"Ya..ya...lebih dulu Ada...!"kata sang ustadz.
"Kalau begitu, dia mati dalam keadaan muslim. Sebab yang tergambar adalah Adanya Allah. Kalau kata tidak ada , pasti hakikatnya Ada juga."
Semua hadirin mengiyakan penjelasan penjaja kue itu. Para santri pun puas karena merasa ada yang menolong. Dan si pedagang kue itu nyelonong pergi begitu saja, tanpa diketahui rimbanya.

Munajat

"Ya Allah, bila mata hati penghuni dunia sejuk dengan dunianya, maka sejukkanlah mata hatiku bersamaMu. Sejukkanlah mata hatiku dengan nikmatnya mesra bersamaMu dan rindu bertemu denganMu."

( Rasulullah s.a.w )

Petuah Bijak

"IRINGILAH YANG BURUK DENGAN YANG BAIK, MAKA YANG BAIK AKAN MENGHAPUSKANNYA."

( Rasulullah s.a.w )

Humor Gus Dur

Kiai Dan Tuhan

INI cerita Gus Dur tentang seorang Kiai yang terkenal alim. Dia punya beberapa anak dan pak Kiai mendidik mereka ilmu agama dengan tekun. Entah mengapa, suatu hari salah satu anaknya masuk Kristen. Tentu saja dia sangat kaget dan sedih. "Tuhan, apa dosa saya, bukankah saya telah mendidiknya dengan baik?!" Setiap malam pak Kiai mengadukan halnya kepada Tuhan. Akhirnya datang jawaban dari Tuhan, "Sudahlah jangan bersedih. Jangan terlalu dipikirkan, karena kamu masih beruntung. Anak saya yang satu-satunya saja, juga masuk Kristen........."

Al-Hikam

Warid Dari Allah


"Sesungguhnya Allah memberimu warid, agar kepada-Nya engkau mendekat."


Penjelasan :

Tujuan penciptaan manusia (juga bangsa jin) adalah untuk beribadah (mendekatkan diri) kepada Allah Ta'ala. Maka, sudah sepantasnya jika hamba senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta-Nya. Maka berbahagialah mereka yang mendapatkannya.

Warid adalah pemberian-pemberian Allah yang berupa petunjuk, cahaya ilahi, kesenangan dalam beribadah, dan sebagainya.

Syekh Ibn 'Atha'illah juga berpesan,

"Allah memberimu warid untuk menyelamatkanmu dari cengkeraman dunia dan membebaskanmu dari diperbudak oleh makhluk apapun."


Penjelasan :

Menurut pandangan Syekh Ibn 'Atha'illah, dalam pembahasan mengenai karunia Allah Ta'ala, ada tiga tingkatan warid yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya.

Pertama, supaya hamba merasa ringan dalam menjalankan perintah taat dan beribadah, serta mendekatkan diri ke hadirat-Nya.

Kedua, karena tidak tertutup kemungkinan hamba dirasuki perasaan kurang ikhlas, maka warid yang kedua ini bertujuan untuk melepaskan hamba dari tujuan kepada sesuatu selain Allah.

Ketiga, adalah untuk melepaskan diri hamba dari sifat-sifat wujud yang terbatas (sempit) untuk kemudian menyaksikan kebesaran Allah Ta'ala yang tidak terbatas, sehingga bisa melupakan yang selain-Nya.

Masih dalam kaitan warid ini, Ibn Atha'illah juga mengingatkan,
"Allah memberimu warid untuk melepaskanmu dari penjara wujudmu ke alam syuhud (penyaksian)."

Penjelasan :

Apabila seseorang telah sampai ke maqam syuhud, maka beragam penyakit hati akan segera menyingkir dari jiwanya. Dan apabila seorang hamba telah berada dalam keadaan hati (jiwa) yang tenang, maka bisikan maupun teriakan dunia akan langsung melemah di hadapannya. Kalaupun ia sempat tergoda dan terpikat olehnya, maka ia akan segera kembali. Dengan kata lain, sang hamba akan terbebas dari tuntutan nafsu, belenggu setan, dan bujuk rayu gemerlapnya dunia.

Rabu, 28 Juli 2010

Petuah Bijak

"Janganlah sampai organisasi atau partai kita membuat kita lupa kepada agama kita, dan janganlah sampai agama kita membuat lupa kepada Allah, Tuhan kita."

( Gus Mus )

Humor Gus Dur

Komandan Dijewer

Dalam suatu apel pagi, seorang komandan sedang mengetes anak buahnya, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Komandan, "Apa yang kamu lakukan jika kamu berhadapan dengan musuh dalam jumlah yang sangat besar?!!
Rucah: "Langsung saya serang Pak!!!"
Komandan: "Salah! Kamu harus melaporkan pada pasukanmu supaya dapat menyerang bersama-sam. Lalu bagaimana jika kamu berhadapan dengan seekor babi hutan yang jinak?!"
Rucah: "Saya melaporkan pada pasukan saya supaya dapat menyerang bersama-sama Pak!"
Komandan: "Salah! Kamu harus menjewer kupingnya supaya tidak nakal! Lalu apa yang kamu lakukan jika berhadapan dengan saya?"
Rucah: "Langsung saya jewer kupingnya pak, biar tidak nakal!!!"
Komandan: "??????"

Al-Hikam

Amal Yang Diterima Allah


"Tidak ada amal yang lebih bisa diharapkan untuk diterima daripada amal yang tidak engkau sadari (perhitungkan) dan engkau pandang tidak berarti."


Penjelasan :

Amalan yang diterima oleh Allah adalah, segala apa yang dilakukan hamba dengan didasarkan pada keyakinan bahwa amal itu terjadi karena taufiq dan hidayah dari Allah Ta'ala semata. Kemudian diikuti dengan sikap istiqamah dan tidak berbangga diri atasnya. Sebab, jika seorang hamba merasa bangga dengan amalnya, maka amalan itu menjadi tidak bernilai dalam pandangan Allah.

Selasa, 27 Juli 2010

Petuah Bijak

"JANGAN SEKALI-KALI IKUT MEMILIH DALAM URUSANMU. PILIHLAH UNTUK TIDAK MEMILIH. LARILAH DARI PILIHANMU DAN SEGALA SESUATU MENUJU ALLAH SWT. DIALAH YANG MENCIPTAKAN PA YANG DIA KEHENDAKI SEKALIGUS MEMILIHNYA."

( Syekh Abil Hasan asy Syadzily )

Humor Gus Dur

Membuang Presiden

Apa akibatnya kalau seorang presiden terlampau lama memegang kekuasaan? Apalagi jika ditambah seringnya ia membohongi rakyatnya sendiri? Tentu rakyat akan protes dan marah, karena menganggap presidenya telah berkhianat.

Tapi ini cerita Gus Dur tentang seorang presiden Filipina yang punya tiga orang anak. Merasa ayah mereka adalah orang nomor satu di negerinya, anak-anak sang presiden pun lantas bertingkah neko-neko.
Anak kedua presiden ingin mencari popularitas dengan menyebarkan jutaan lembar uang kertas pecahan 5 peso dari sebuah pesawat terbang.

Kakaknya tak mau kalah pamor. Dengan pesawat yang digunakan adiknya sebelumnya, sang kakak menyebarkan jumlah uang jauh lebih banyak dari adiknya.

Anak perempuan presiden juga ingin populer, tapi tidak mau meniru cara yang dilakukan oleh kedua kakaknya. Karena bingung, ia pun bertanya kepada pilot pesawat yang ikut menyebarkan uang bersama dua kakaknya itu.

"Mas kapten, aku ingin populer seperti dua kakakku sebelumnya, tapi tindakan populer apa yang bisa membahagiakan rakyat?"
"Gampang sekali, buang aja ayah nona dari atas pesawat!"

Munajat

"Ya Allah, berilah aku rizki mencintai-Mu dan mencintai orang yang mencintai-Mu, dan berilah aku rizki amal yang sampai bisa mencintai-Mu, dan jadikanlah mencintai-Mu itu sebagai sesuatu yang paling kucintai."

( Rasulullah s.a.w )

Al-Hikam

Dosa, Diantara Keadilan Dan Karunia-Nya


"Tidak ada dosa kecil apabila dihadapkan pada keadilan-Nya, dan tidak ada dosa besar apabila dihadapkan pada karunia-Nya."


Penjelasan :

Raulullah saw. pernah berpesan, "Tidak ada dosa besar jika diikuti dengan permohonan ampun, dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan secara terus menerus."

Yahya bin Mu'adz pernah berkata, "Apabila Allah Ta'ala menggunakan keadilan-Nya, maka menjadi tidak berartilah seluruh amal kebaikan, namun jika Dia menggunakan karunia-Nya, maka tidak ada artinya seluruh dosa hamba."

Senin, 26 Juli 2010

Anekdot Sufi

SUFI DAN BENCANA PENGUASA

Setiap kejatuhan penguasa di Indonesia, selalu didahului munculnya seorang seorang Syekh Sufi yang hebat ke negeri ini. Sampai-sampai rakyat ini selalu miris ketika ada kabar kalau sang sufi itu hendak datang dan muncul kembali. Jangan-jangan akan ada tragedi jatuhnya penguasa negeri, dan sebagainya dan sebagainya.
"Apakah kita tidak punya upaya untuk menghalangi munculnya sang sufi itu?" kata politisi pendukung kekuasaan. "Itu bisa membahayakan negara!"
"Anda dan bangsa ini sesungguhnya hendak diselamatkan oleh sufi itu, kenapa Anda ribut?" kata lawan politiknya.
"Diselamatkan apanya? Wong dia datang bisa membuat kami terguling dari kursi kekuasaan."
"Sufi itu datang karena dia tahu bahwa pimpinan Anda akan terguling!"
"Lalu?"
"Agar ia terguling dengan nikmat, dan rakyat selamat, maka ia perlu muncul ke permukaan."
"Hah! Bedebah! Dasar, kamu memang politisi!"
"Lha, kamu apa?"

Petuah Bijak

"JIKA KAMU MENYURUH SESEORANG PADA KEBAIKAN, KAMULAH SEBAIKNYA YANG PERTAMAKALI MELAKUKANNYA. JIKA TIDAK, KAMULAH YANG AKAN BINASA!"

( Hasan Al-Bashri )

Humor Gus Dur

Ingin Bertemu Nyi Roro Kidul

GUSDUR selain dikenal sebagai tokoh Islam juga memiliki komitmen kuat terhadap demokrasi. Ia juga punya perhatian khusus terhadap kelompok-kelompok tertindas dan minoritas. Jadi dia tokoh multidimensi. Sebagian warga NU bahkan ada yang menganggap bahwa dia wali.
Tak aneh, ketika menyelenggarakan open house di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, ia banyak dikunjungi tamu dari berbagai kelas dan kalangan. Mulai dari pejabat, politikus, mahasiswa, kiai, sampai masyarakat awam. Tentu saja kepentingannya berbeda-beda. Ada yang hanya bertukar, mengeluh, mengadu, dan ada pula yang menyampaikan permintaan aneh-aneh.
Suatu hari dalam acara open house tersebut, Gus Dur kedatangan seorang tamu. Rupanya dia berasal dari masyarakat awam yang menyenangi hal-hal klenik (mistis). Setelah basa basi si tamu menyampaikan keinginan yang sebenarnya. Agaknya keinginan itu bukan keinginan biasa. Sitamu ingin dipertemukan dengan Nyi Roro kidul, penguasa pantai selatan pulau Jawa. Mendengar hal itu, Gus Dur pun mengangguk-anggukkan kepala.

"Apakah sampean belum pernah melihat Nyi Roro Kidul?"
"Belum Gus."
"Sampean betul-betul ingin ketemu?"
"Benar, Gus."
"Sampean tahu..."
"Ada apa, Gus?" si tamu makin penasaran.
"Begini-begini, saya juga pingin ketemu," kata Gus Dur ringan.
Seketika seisi ruangan tergelak. Sementara si tamu tadi tersipu-sipu.

Al-Hikam

Dosa Dan Prasangka Kepada Allah


"Janganlah suatu dosa terlihat begitu besar bagimu, hingga merintangimu dari berprasangka baik kepada Allah. Sesungguhnya siapa yang mengenal Rabbnya pasti akan menganggap dosanya tidak seberapa dibandingkan dengan kemurahan-Nya."


Penjelasan:

Allah Ta'ala berfirman,
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu, juga kepada surga yang luasnya meliputi langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa." (Ali 'Imran: 133)

Rasulullah saw. pernah bersabda,
"Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, andaikata kalian tidak berbuat dosa, niscaya Dia akan mematikan kalian, lalu menciptakan umat baru yang melakukan dosa, kemudian mereka memohon ampunan-Nya, dan diampuni dosa-dosa mereka semuanya."

Beliau juga pernah menegaskan, bahwa perbuatan dosa itu lebih ringan jika dibandingkan dengan berlaku sombong. Sebab, sikap sombong menjauhkan hamba dari Rabbnya. Sedangkan perbuatan dosa menarik hamba untuk mendekat kepada-Nya. Demikian menurut Syaikh Ibn 'Atha'illah.

Minggu, 25 Juli 2010

Munajat

"Oh Tuhanku, kalau bukan karena Engkau bagaimana aku mengenal siapa Engkau?"

( Ibrahim a.s )

Petuah Bijak

"DUNIA INI TERKUTUK, BEGITU PULA SEGALA SESUATU DI DALAMNYA KECUALI ZIKRULLAH, YANG SEMISAL ZIKIR, ORANG YANG BERPENGETAHUAN, DAN ORANG YANG BELAJAR."

( Rasullah s.a.w )

Humor Gus Dur

SIM dan Kartu NU

ADA seorang warga Madura ditilang oleh Polisi, karena naik sepeda motor tidak membawa SIM.
"Mana SIM saudara?" tanya polisi. "Ini pak," kata orang Madura itu sambil menunjukkan sebuah kartu. "Ini bukan SIM, ini kartu anggota NU" bentak sang polisi lagi. Banyak orang Madura lebih bangga membawa kartu anggota NU daripada membawa KTP.

"Oh, kartu itu tidak bisa jadi SIM ya pak, ini ada SIM punya teman saya,"jawab orang Madura itu lagi. "Mengapa kamu naik sepeda motor memakai SIM orang lain? kamu telah melanggar, kamu akan ditilang!" hardik polisi itu lagi.

"Lho, pak polisi kok marah? saya dipinjami SIM ini secara sah oleh yang punya. Yang punya SIM saja tidak marah, masa' pak polisi marah....."tanggap orang Madura itu lagi.

Mahabbah

ALLAH

ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH

Al-Hikam

Tanda Hati Yang Mati


"Diantara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih bila terlewatkan kesempatan beramal, dan tidak adanya penyesalan atas bermacam pelanggaran yang telah engkau lakukan."


Penjelasan :

Allah Ta'ala pernah bersumpah 'demi masa' (surah al-'Ashr 1-3), dimana sebagian manusia berada dalam keadaan rugi. Lalu siapa orang yang merugi itu? Diantaranya adalah orang yang hatinya telah mati dan tidak memiliki perasaan sedih atau menyesal atas kelalaiannya di masa lalu, yang ia lewati tanpa amal.

Sabtu, 24 Juli 2010

Humor Gus Dur

Pastor Berburu Harimau

WAKTU Gus Dur menjabat Presiden RI sempat bertemu dengan para romo (pastor) seluruh Keuskupan Agung Semarang. Seperti biasa, Gus Dur menyelipkan humor sesuai dengan situasi. Karena pertemuan pastor, maka Gus Dur berkisah tentang pastor itu di sebuah negeri yang senang berburu binatang buas.
Sekali waktu, selesai misa hari Minggu, seorang pastor pergi ke hutan berburu binatang buas. Ia melihat seekor harimau. Langsung sang pastor mengokang senapannya dan menembak: "Dor....dor!" Wah, ternyata tembakannya meleset dan sang harimau balik mengejar sang pastor. Pastor segera berlari mengambil langkah seribu. Tiba-tiba si pastor berhadapan dengan jurang yang dalam. Si pastor langsung berhenti, berlutut, dan mengatupkan tangannya berdoa sebelum diterkam harimau. Berdoa sebelum mati.
Selesai berdoa, sang pator terheran-heran karena ternyata ia masih hidup, tidak diterkam harimau. Waktu ia menoleh ke kanan, dilihatnya harimau itu berlutut di sampingnya dan berdoa sambil mengatupkan kedua kaki depannya, seperti orang Katolik mengatupkan kedua tangannya ketika sedang berdoa. Si pastor lalu bertanya kepada harimau, "Harimau, kamu kok tidak menerkam saya, malah kamu ikut-ikutan berdoa seperti saya. Mengapa?" Jawab harimau: "Ya, saya sedang berdoa. Berdoa sebelum makan!" Si pastor langsung pucat.

Petuah Bijak

"JANGAN MENUNTUT TUHANMU KARENA PERMOHONANMU BELUM DIKABULKAN. NAMUN, TUNTUTLAH DIRIMU SENDIRI YANG KURANG SOPAN."

( Syeikh Ibn 'Atha'illah as-Sakandari )

Al-Hikam

Jangan Tinggalkan Zikir Dalam Kondisi Apapun


"Jangan tinggalkan zikir lantaran hatimu tidak bisa berkonsentrasi kepada Allah saat berzikir. Sebab, kelalaianmu terhadap Allah ketika tidak berzikir lebih buruk daripada kelalaianmu saat berzikir. Semoga Allah berkenan mengangkat derajatmu dari zikir yang penuh dengan kelalaian menuju zikir yang penuh dengan kesadaran (ingat kepada Allah); dan dari zikir yang penuh kesadaran menuju zikir yang disemangati oleh kehadiran-Nya. Juga dari zikir yang disemangati oleh kehadiran-Nya menuju zikir yang meniadakan segala sesuatu selain-Nya. Dan yang demikian itu bagi Allah bukanlah merupakan sesuatu yang sulit."


Penjelasan :

Ada sebuah hadist qudsi yang menyatakan,
"Aku (Allah) selalu mengikuti sangkaan seorang hamba terhadap-Ku, dan Aku senantiasa menyertainya ketika ia mengingat Aku (berzikir)."

Sifat lalai yang dimiliki seorang hamba memang berpotensi membinasakan. Oleh karena itu, zikir menjadi jembatan penyelamat yang mampu menyambungkan hubungan antara hamba dengan pemilik dirinya. Ibnu 'Abbas ra. pernah berkata, "Semua kewajiban yang diberlakukan oleh Allah Ta'ala atas diri hamba-hamba-Nya memiliki batasan (waktu maupun kemampuan), dimana pada kesemuanya itu terdapat keringanan bagi siapa yang berhalangan di dalam menjalankannya, kecuali zikir. Dalam zikir itu tidak ada batasan maupun penghalang yang membebani. Hingga tidak dapat diterima apabila seorang hamba lalai dalam berzikir."

Oleh karena itu Syaikh Ibn 'Atha'illah senantiasa berpesan, "Jangan tinggalkan zikir!"

Jumat, 23 Juli 2010

Anekdot Sufi

DEBAT DI IDUL QURBAN

Seorang anak muda di Surabaya, ketika berlangsung Idul Adha kemarin, begitu bersemangat ingin mengirim SMS ke kawan-kawannya. Rupanya ada trend baru, selain ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Selamat Tahun Baru, kini mulai muncul trend selamat Idul Adha. Karena, sedang gandrung ke tasawuf, ia selalu ingin mengirim pesan selamat ala sufi, dengan materi yang sok Gusti Allah. (tapi semoga demikian). "Semoga Anda semakin dekat dengan Allah melalui Idul Adha ini." Ucapan yang baik dan terhormat.

Tapi ia mendapat balasan yang cukup memedihkan. "Agar Anda lebih dekat dengan Allah, sembelihlah nafsumu hari ini. Sebab saya tahu Anda tidak punya duit untuk berkorban."
"Lho, untuk menuju kepada Allah kan perlu nafsu!", balasnya.
"Nafsumu harus sirna dulu, hingga menyatu dengan nafsu-Nya."
"Memang Allah punya nafsu?" ia balik bertanya.
"Nafsu-Nya adalah Diri-Nya, dan dalam Diri-Nya."
"Maksud anda?"
"Ingat hadist, "Nafsur-Rahmaan"? Itulah, bahan Anda menyatu dengan-Nya."
"Jadi benar dong, kalau saya ke sana (Allah), dengan nafsu?"
"Salah!"
"Lho?"
"Karena kamu tidak bisa menuju kepada-Nya dengan nafsumu...."
"Hmmmm........"

Petuah Bijak

"Dua hal yang paling sering menghijab makhluk dari Allah SWT, yaitu kerisauan terhadap rezeki dan kecemasan terhadap makhluk."

( Syeikh Abu al-Hasan asy Syadzily )

Humor Gus Dur

Radio Islami


SEORANG Indonesia yang baru pulang menunaikan ibadah haji terlihat marah-marah.

"Lho kang, ngopo (kenapa) ngamuk-ngamuk mbanting radio?" tanya kawannya penasaran.
"Pembohong! Gombal!" ujarnya geram. Temannya terpaku kebingungan.
"Radio ini di Mekah tiap hari ngaji Al-Qur'an terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio begini kok dibilang radio Islami."
"Sampean tahu ini radio Islami dari mana?"
"Lha..., itu bacaannya 'all-transistor', pakai 'Al'."

Al-Hikam

Amal, Ahwal, Dan Maqam


"Baiknya amal merupakan hasil dari baiknya ahwal (keadaan spiritual). Sedangkan baiknya ahwal muncul setelah menggapai tahap kemapanan spiritual (maqam-maqam)."


Penjelasan :

Pada tingkatan ini, Syaikh Ibn Atha'illah lebih menitikberatkan pada tahap kemapanan spiritual, dimana amalan seseorang merupakan cerminan keteguhan iman yang dimilikinya. Hingga semakin baik kondisi batin seseorang, maka akan terwujud dalam setiap amalan yang dilakukannya.

Kamis, 22 Juli 2010

Munajat

"Sungguh, pujianku tidak dapat sepenuhnya mengungkapkan keagungan-Mu, sebagaimana Engkau Sendiri memuji Diri-Mu."

( Rasulullah s.a.w )

Anekdot Sufi

APAKAH WALI ITU TAHU DIRINYA WALI?


Seorang Kiai Sufi, nyeplos begitu saja dalam sebuah majelis di serambi mushallanya. "Hai teman-teman, kira-kira, apakah seorang wali itu tahu apa nggak ya, kalau dirinya itu wali?"
Para murid yang ada di majelis itu saling mengungkapkan argumentasi. Tentu saja pro dan kontra. Di satu sisi seorang wali mesti tahu kalau dirinya wali, dan pihak lain menegaskan bahwa seorang wali tidak perlu tahu kalau dirinya wali. Bahkan masing-masing argumentasi itu didukung dengan sejumlah dalil al-Qur'an.
"Hei! Kalian ini kan belum pernah berpengalaman menjadi wali, kenapa kalian harus berdebat pada sesuatu yang belum pernah Anda alami?" celetuk seseorang di antara mereka.
"Lho, kan boleh-boleh saja kita kaji secara ilmiah."
Namun, diskusi itu beru berhenti ketika seseorang diantara mereka mengatakan setengah mengingatkan.
"Hmmmm....nggak usah panjang lebarlah. Allah saja tidak pernah bertanya pada diri-Nya sendiri, apakah Dia itu Tuhan atau bukan?"
Kalimat itu seperti membungkam seribu bahasa para peserta diskusi tasawuf di sana. Dan Kiai itu langsung memeluk orang itu, karena jawaban itulah yang ditunggu-tunggu.

Petuah Bijak

"Engkau harus melaksanakan satu amal yang tetap, yakni mengalahkan hawa nafsu dan mencintai Tuhan."

( Syaikh Abu al-Hasan )

Humor Gus Dur

Argometer Japan yang Cepat

Di luar Hotel Hilton, Gus Dur bersama sahabatnya yang seorang turis Jepang mau pergi ke Bandara. Mereka naik taksi di jalan, tiba-tiba saja ada mobil kencang banget, menyalip taksi tersebut. Dengan bangga si Jepang berteriak, "Aaah Toyota made in Japan sangat cepat...!"
Enggak lama kemudian mobil lain nyalip juga taksi tersebut. Si Jepang teriak lagi"Aaaah Nisan made in Japan sangat cepat." Enggak lama kemudian lewat lagi satu mobil menyalip mobil tersebut dan si Jepang teriak lagi"Aaaah Mitsubisi made in Japan sangat cepat..........!" Gus Dur dan sopir taksi itu merasa kesal melihat melihat si Jepang ini bener-bener nasionalis. Kemudian, sesampainya di bandara, sopir taksi bilang ke si Jepang.
Supir taksi : "100 dolar please....."
Si Jepang : "100 dolars....?! Its not that far from the hotel...!!!"
Gus Dur : "Aaaaah.......Argometer made in Japan kan sangat cepat sekali!!!"

Al-Hikam

Nilai Amal


"Amal yang berasal dari hati yang zuhud tidak dapat dianggap sedikit, dan amal yang berasal dari hati yang penuh dengan ketamakan tidak dapat dianggap banyak."


Penjelasan :

Suatu amalan akan memiliki nilai dalam pandangan Allah Ta'ala, apabila dilandasi oleh niat yang tulus dan sesuai dengan petunjuk-Nya. Dan ini harus ditanamkan sebelum amalan tersebut dikerjakan. Adapun nilai yang bakal dipetik, sebagai implikasinya, menjadi tolok ukur bagi keikhlasan pelakunya. Dengan kata lain, kuantitas tidak serta-merta mencerminkan kualitas.

Rabu, 21 Juli 2010

Anekdot Sufi

SUFI YANG KAYA


Suatu hari, Syaikh Abu al-Hasan as-Syadzili kedatangan seorang tamu, yang kebetulan murid kerabatnya sendiri yang teramat miskin. Tamu ini memang diutus gurunya untuk bersilaturahmi ke rumah Abu al-Hasan, tugasnya adalah mendengarkan dan menyampaikan apa yang diucapkan oleh Sulthanul Auliya Abu al-Hasan.

Ketika di depan rumah Abu al-Hasan, tamu itu tercengang, karena melihat rumah Abu al-Hasan yang sangat mewah, kuda yang elok dan perhiasan yang gemerlap bagai istana raja. Si tamu berpikir, bagaimana mungkin seorang wali besar memiliki rumah dan kekayaan yang teramat mewah? Kalau guruku yang miskin itu, mungkin wajar saja. Tapi ini...

Syaikh Abu al-Hasan pun keluar dan menemui tamunya. Tiba-tiba beliau berkata, "Katakan ya pada gurumu, kapan ia berhenti memikirkan dunia?"

Si tamu lantas pulang dengan penuh tidak mengerti, bagaimana gurunya yang sufi miskin itu disebutnya masih memikirkan dunia. Sedangkan Abu al-Hasan yang kaya raya itu malah mengatakan sebaliknya, kapan gurunya berhenti memikirkan dunia.
Sampai di rumah gurunya ia ditanya, "Apa pesan Abu al-Hasan?"
"Tidak pesan apa-apa tuan guru."
"Tidak, pasti ia punya pesan. Jangan kamu tutup-tutupi, katakan saja sejujurnya."
"Aaanu...tuan guru.....Beliau hanya mengatakan, kapan tuan berhenti memikirkan dunia."
"Benar. Benar...Abu al-Hasan. Beliau benar. Walaupun kekayaannya melimpah seperti konglomerat, tak satu pun harta itu menempel di hatinya. Sedangkan saya yang miskin ini masih berharap kapan saya bisa kaya."

Sang murid itu hanya manggut-manggut belaka, sambil meresapi kata-kata tadi.

Petuah Bijak

"Muliakanlah orang beriman meskipun berbuat dosa dan maksiat. Suruhlah mereka berbuat baik dan cegahlah mereka dari kemungkaran. Jauhi mereka dengan perasaan kasihan, bukan dengan merasa lebih mulia."

( Syaikh Abu al-Hasan )

Humor Gus Dur

Tiga Tahanan Che Guevara

INI guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden RI dan berkunjung ke Kuba untuk memenuhi Presiden Fidel Castro.
Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap. Mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan.
Beliau bercerita pada Fidel Castro, bahwa ada tiga orang tahanan yang berada dalam sel. Para tahanan saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan.

"Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guavera," kata tahanan pertama.
Seperti diketahui Che Guevera memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.

Tahanan kedua berkata geram.
"Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!"
Mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya.

"Kalau kamu kenapa sampai di penjara di sini?" tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.

Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati.
"Karena saya Che Guavera..."

Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur.

Al-Hikam

Hati-Hati Memilih Sahabat


"Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang keadaannya tidak membangkitkan semangatmu, dan pembicaraannya tidak membimbingmu ke jalan Allah."


Penjelasan :

Sahabat sering dianggap sebagai cerminan dari seseorang. Bahkan kita bisa menyimpulkan sosok seseorang dari melihat dengan siapa saja orang itu bersahabat. Oleh karena itu, Syaikh Ibn 'Atha'illah berpesan, berhati-hatilah di dalam memilih sahabat. Sebab, sosok sahabat mampu mengawal kita menuju keridhaan Allah. Namun dia juga sanggup menggiring kita menuju jurang kehancuran dan kesia-siaan, serta murka-Nya.

Syaikh Ibn 'Atha'illah menasehatkan pula,

"Boleh jadi engkau berbuat buruk, tetapi tampak olehmu sebagai kebaikan lantaran engkau bersahabat dengan orang yang tingkah lakunya lebih buruk darimu."


Penjelasan :

Bersahabat dengan orang yang lebih rendah akhlak maupun imannya sangatlah berbahaya. Sebab, di dalam sebuah persahabatan ada sikap saling mempengaruhi, hingga akan sulit untuk mendapatkan manfaat darinya karena tidak berimbangnya posisi yang ada. Dan, fungsi koreksi akan berhenti, atau timpang pada salah satu pihak saja. Maka, selektiflah dalam memilih siapa yang akan Anda jadikan sebagai sahabat.

Selasa, 20 Juli 2010

Anekdot Sufi

Dialog Ahli Syari'at Dan Ahli Hakikat

Perdebatan antara ulama fikih/syari'at dan ulam hakikat sepertinya tak pernah berujung. Sejak dulu hingga kini, persoalan itu masih terus bergulir, meski banyak buku-buku tentang sufisme yang menjelaskanhubungan antara keduanya. Termasuk karya termasyur Imam al-Ghazali, Ihya Ulumuddin. Biasanya, ulama fikih atau syari'at selalu menuduh bahwa ahli tasawuf banyak menyimpangkan ajaran Islam.
Tapi dalam dialog di sebuah majelis sufi, seorang ulama fikih kali ini seperti dibuat tak berdaya. Bahkan ulama tersebut justru membenarkan pandapat yang dikemukakan ahli hakikat.

"Menurut Anda, " tanya ahli hakikat mengawali dialog, "jika Anda memiliki 40 ekor kambing, lalu berapa ekor kambing yang wajib dikeluarkan zakatnya?"
"Berdasarkan ketentuan fikih, satu ekor." Sang Sufi pun manggut-manggut.
"Sebaliknya, berapa menurut Anda?"
Secara hakikat, ya semuanya," jawab sang Sufi spontan.
"Lho, kok, bisa begitu?Buat apa kita memelihara kambing kalau harus diberikan semuanya pada tahiq, bukankah kambing itu sebagiannya sudah menjadi milik kita?"
"Anda benar. Tapi Anda juga harus tahu bahwa kambing-kambing yang kita pelihara itu bukan milik kita, tapi milik Allah. Itu secara hakikat. Kita hanya diberi amanah oleh Allah, karena punya Allah, maka kita tidak berhak mengklaim bahwa kambing-kambing itu milik kita."

Ahli fikih hanya bisa diam. Ia lalu mencoba menggali makna dari ucapan ahli hakikat tadi.

Petuah Bijak

"Setiap butir nasi dan tetes air yang memasuki tenggorokanmu, perhatikan asal-usul kebenaran dan kebatilannya, posisi halal-haramnya. Sebab engkau sedang mengawali dan memproses takdir bagi anak-anak dan cucu-cucumu."

( Cak Nun )

Humor Gus Dur

Tiga Presiden Adu Kehebatan

Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Preiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis saja yang punya pesawat kepresidenan. Seperti biasa....setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.
Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: "Wah kita sedang berada di atas New York!"
Presiden Indonesia (Gus Dur): "Lho kok bisa tau sih?"
"Itu...patung Liberty kepegang!", jawab Clinton dengan bangganya.
Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. "Tau nggak... kita sedang berada di atas kota Paris!", katanya dengan sombongnya.
Presiden Indonesia: "Wah...kok bisa tau jga?"
"Itu...menara Eiffel kepegang!", sahut presiden Perancis tersebut.
Karena disombongin Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat...
"Wah... kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!", teriak Gus Dur.
"Lho kok bisa tau sih?"tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.
"Ini...jam tangan saya ilang...", jawab Gus Dur kalem.

Al-Hikam

Pergilah Menuju Sang Pencipta Alam


"Janganlah engkau berpindah dari satu alam ke alam yang lain, karena itu akan membuatmu seperti keledai yang mengitari penggilingan. Keledai itu berjalan menuju ke satu tempat yang ternyata adalah tempat semula ia beranjak. Akan tetapi, pergilah dari alam menuju Sang Mahapencipta alam."Dan kepada Rabbmulah puncak segala tujuan."(an-Najm: 42)


Penjelasan:

Dalam menjalani proses kehidupan ini, sudahmerupakan sunnatullah bagi kita untuk melalui tahapan yang akan menggiring kita menuju ke sesuatu yang lain, tempat yang berbeda. Disini Syaikh Ibn 'Atha'illah berpesan, bahwa tahapan tersebut haruslah menuju tingkatan yang semakin baik, jangan sebaliknya atau tetap (dari situ ke situ seperti keledai tadi). Dan puncaknya adalah menuju Allah Ta'ala.

Senin, 19 Juli 2010

Munajat

"Ya Allah, kepadamu tunduk hati orang-orang yang arif dan berendah diri kepada-Mu orang-orang yang rindu.
Ya Allah, karuniailah aku kemurahan-Mu, dan naungilah aku dengan perlindungan-Mu, serta tolonglah aku dan maafkan kekuranganku dengan kemurahan diri-Mu."

( Imam Abu Hamid Al-Ghazali )

Petuah Bijak

"Jangan sampai ayam jago lebih bijak darimu, ia menyeru di waktu sahur sementara kamu tidur."

( Luqman al-Hakim )

Humor Gus Dur

Ihwal Kemaluan

Kisah ini terjadi di Jawa Timur (Jatim). Suatu kali ada seorang caleg (calon legislatif) PKB marah-marah karena namanya tidak masuk dalam daftar calon terpilih. K.H. Hasyim Muzadi, ketua PWNU Jatim bilang, "Wis to, soal caleg itu kan masalah dunia. Itu soal kecil." Tapi caleg yang batal itu tetap jengkel. Kata si caleg, "Bukan begitu Kiai. Tapi ini masalah kemaluan."

Sambil terkekeh, Gus Dur berkomentar, "Ya begitu itu orang NU. Malu dan kemaluan dicampur-campur."

Al-Hikam

Buta Mata Hati


"Sungguh mengherankan, orang yang lari dari sesuatu ia tidak bisa terlepas dari-Nya, dan justru mencari sesuatu yang kekal baginya. Sesungguhnya bukan mata kepala yang buta, tapi mata hati yang berada di dalam dada."


Penjelasan :

Menjauhi Allah Ta'ala merupakan tindakan bodoh yang sangat merugikan diri sendiri. Sebab, semua makhluk tidak mungkin berlepas diri dari kebutuhan terhadap-Nya. Dan jangan anda bertumpu pada sesuatu yang masih bertumpu pada yang lain.

Minggu, 18 Juli 2010

Petuah Bijak

"Hak-hak orang atas diri anda, maka ingatlah! Sedangkan hak-hak anda atas diri orang lain, maka lupakanlah!"

( Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a )

Humor Gus Dur

Abang Becak Madura Kalahkan Polisi

Saat menjadi presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan saat itu, Mahfud MD, tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik.
Ceritanya, ada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh ketika melanggar rambu"becak dilarang masuk". Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki oleh becak.
"Apa kamu tidak melihat gambaritu?Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini,"bentak Pak Polisi.
"Oh saya melihat Pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong, tidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosong berarti boleh masuk,"jawab si tukang becak.
"Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk," bentak Pak Polisi lagi.
"Tidak Pak, saya tidak bisa baca, kalau saya bisa membaca maka saya jadi polisi seperti sampean, bukan jadi tukang becak seperti ini,"jawab si tukang becak sambil cengengesan.

Al-Hikam

Berbaik Sangka Kepada Allah


"Apabila engkau belum sanggup berbaiksangka kepada Allah lantaran kesempurnaan sifat-sifat-Nya, maka berbaiksangkalah karena pertemanan-Nya bersamamu. Bukankah Dia selalu memberimu sesuatu yang baik-baik? Dan bukankah Dia senantiasa memberimu segala kenikmatan?"


Penjelasan :

Berburuk sangka kepada Allah Ta'ala dapat merugikan diri sendiri, bahkan membinasakan. Sebab sesungguhnya Allah Ta'ala tidak pernah berhenti mencurahkan karunia-Nya kepada kita. Oleh karenanya, Syaikh berpesan agar kita senantiasaberbaiksangka kepada-Nya karena nikmat-nikmat yang telah Dia curahkan kepada kita.

Sabtu, 17 Juli 2010

Anekdot Susi

Menjelang jatuhnya penguasa Orba dulu, ada seorang sufi mengumumkan agar para jamaahnya menimbun gabah, satu keluarga satu ton.
Para jamaah paham, jika sang sufi itu sudah bicara demikian, pasti akan krisis pangan. Maka ramai-ramailah mereka menimbun gabah.

Salah seorang jamaah dengan bangganya melaporkan aktivitas penimbunan gabah itu kepada sang guru sufi.
"Pak Kiai, saya sudah menimbun gabah."
"Lho, untuk apa? kamu kan kaya raya, untuk apa menimbun gabah."
"Memenuhi perintah Pak Kiai...."
"Seberapa kamu menimbun?"
Tiga ratus ton, pak Kiai..."
"Haaahhk...Untuk apa sebanyak itu?"
"Nanti akan saya jual kalau beras harganya naik Pak Kiai..."
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un....Sekarang juga kamu jual gabahmu semuanya. Saya suruh kalian menimbun gabah itu, agar nanti kalau krisis pangan kamu bisa bagi-bagi ke tetanggamu yang miskin, kok malah mau kamu bisniskan...."

Petuah Bijak

"Gantilah sahabatmu dengan khalwat, makananmu dengan lapar, dan ucapanmu dengan munajat, maka kau akan mati mencapai Allah."

( Abu 'Abdallah al-Ramli )

Humor Gus Dur

Kalah Dengan Orang Madura

Tiga orang asal Madura ditangkap polisi Malaysia. Mereka dianggap bersalah karena menangkap ikan di perairan Negeri Jiran tersebut. Para nelayan itu kemudian disel.
Ketika KH ABdurrahman Wahid (Gus Dur) berkunjung ke Malaysia, dia nyambangi mereka di tahanan. Maka, terjadilah dialog.

"Gimana, sampean kok sampai melanggar peraturan. Kan nggak boleh menangkap ikan milik pemerintah Malaysia. Itu kan sama dengan mencuri," kata Gus Dur yang mantan ketua umum PB NU tiga periode itu.

Lalu apa jawab si Madura?

"Lho, Gus, saya tak mencuri ikan milik pemerintah Malaysia. Ikan yang saya tangkap itu saya kejar dari perairan Madura," katanya.
Kali ini Gus Dur kalah.

Al-Hikam

Hanya Dia yang Bisa Memenuhi Kebutuhanmu


"Jangan meminta sesuatu hajat kepada selain Allah, Karena Dia-lah yang menurunkan hajat itu kepadamu. Bagaimana mungkin selain Dia mampu mengangkat segala apa yang telah diletakkan oleh-Nya? Dan bagaimana mungkin orang yang tidak mampu membebaskan dirinya dari suatu hajat dapat membebaskan orang lain dari sebuah hajat?"


Penjelasan :

Segala sesuatu selain Allah Ta'ala, sesungguhnya tidak layak dan tidak pantas sebagai tempat bermohon atau meminta sesuatu. Sebab, pada kenyataannya, mereka sendiri tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa pemberian dan bantuan dari Allah. Maka, mulai saat ini jadikan Allah sebagai satu-satunya tempat kita memohon dan menyandarkan harapan.

Jumat, 16 Juli 2010

Munajat

"Duhai Allah, tolonglah kami dalam mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan membaguskan penghambaan kepada-Mu."

Petuah Bijak

"Orang bodoh masih bisa diharapkan menjadi pintar, tapi orang yang merasa pintar, sadar atau tidak, telah membiarkan dirinya tetap bodoh."

( Gus Mus )

Humor Gus Dur

Om Liem Membeli Saham ICMI

Pada suatu hari Om Liem (Liem Swie Liong, bos Indofood) yang dikenal sebagai raja mie itu mendapat laporan dari ahli keuangannya. Kira-kira si ahli keuangan itu mengatakan kepada Om Liem, "Om Liem tahu nggak, siapa di belakang orang yang menjelek-jelekkan Indofood, hingga sahamnya mau diambil alih perusahaan asing Singapura? Itu semua ulah ICMI."

Mendapat laporan seperti itu, sederhana saja jawab Om Liem, "Oh, ICMI toh?! ICMI itu berapa sih sebungkus? Mana enak dengan Indomie? Kalau rewel-rewel, nanti oe beli sekalian sahamnya baru tahu, haiyya!"

Al-Hikam

Janganlah Cita-Citamu Tertuju Kepada Selain Allah


"Janganlah cita-citamu tertuju kepada selain Allah, Karena harapan seseorang tidak akan dapat melampaui Al-Karim (Yang Mahapemurah )."


Penjelasan :

Tidak sepantasnya seorang hamba menujukan cita-cita dan pengharapannya kepada selain Allah Ta'ala. Karena selain Dia, tidak ada yang mampu untuk memenuhinya.

Kamis, 15 Juli 2010

Anekdot Sufi

ERA POLITIK DEWI

Para aktifis dan politisi muda dari kalangan santri sedang berdiskusi mengenai kondisi carut marut politik dengan sejumlah politisi lainnya. Saking pusingnya mereka terhadap situasi politik, sampai mereka tidak tahu, era apa sesungguhnya saat ini.

Lalu seorang santri muda angkat bicara. "Hmmmm..... begini saudara-saudara. Saya hanya mengutip pendapat teman saya yang banyak menulis masalah tasawuf. Katanya, jika seorang yang berada di alam dewa turut campur ke urusan bumi, maka sang dewa mengalami degradasi. Sebaliknya jika orang-orang bumi berhasrat memasuki alam dewa, padahal ia masih di alam bumi, itulah yang namanya nafsu tersembunyi. Nah, sekarang kita ini di era mana? Kita bukan di era dewa dan bukan di era bumi. Tapi kita di era dewi. Sehingga semuanya serba banci tidak karu-karuan.........ha......ha......"

Humor Gus Dur

Nabi Munkar

Dalam sebuah acara di Jakarta seorang ketua organisasi tingkat nasional berbicara di depan umum dan bermaksud hendak mengucapkan kalimat amar ma'ruf nahi munkar. Tetapi tanpa diduga justru yang keluar dari bibirnya adalah amar ma'ruf nabi munkar. "Saya nggak akan bilang dia pemimpin organisasi apa. Yang jelas orangnya masih hidup. Mungkin saja di pemilu yang akan datang dia akan kalah. Lha wong nahi munkar kok bisa jadi nabi munkar?!"

Petuah Bijak

"Mengherankan jika anak Adam itu bersikap sombong, karena sesungguhnya ia keluar dari tempat keluar kencing dua kali."

( Al-Ahnaf bi Qais )

Al-Hikam

Allah Ada dan Tiada Sesuatu Beserta-Nya


"Allah ada, dan tiada sesuatu pun beserta-Nya. Dan kini Dia tetap sebagaimana ada-Nya semula."


Penjelasan :

Bgi mereka yang menduduki maqam ini, semua yang berada di sekitarnya tidak lebih berharga dari sekedar sarana yang akan ditinggalkan dan usang. Bagi mereka, Allah Ta'ala tidak mungkin untuk ditinggalkan dan tidak akan pernah usang. Oleh karena itu, mereka lebih memilih-Nya dibandingkan dengan apapun yang menarik perhatian mata zhahir di dunia ini.

Rabu, 14 Juli 2010

Anekdot Sufi

Antara Berpuasa Dan Bertengkar


Dua orang yang sedang berpuasa terlibat dalam percekcokan. Yang seorang mencaci maki dengan kata-kata tajam, sedangkan yang seorang lagi tidak berkata sepatah pun.
Setelah orang yang mencaci maki itu merasa lelah dan berhenti berkata-kata, ia lalu ditanya, "Kalau seorang memberikan sesuatu kepada orang lain tetapi pemberian itu ditolaknya, kepada siapakah ia harus dikembalikan?"
"Si pemberilah yang berhak menggambilnya kembali," jawab orang yang mencaci.
"Baiklah, semua caci maki yang Anda berikan aku tolak, dan Andalah yang berhak menerimanya. Ya Allah, aku sedang berpuasa......ya Allah, aku sedang berpuasa," timpal orang yang dicaci.

Petuah Bijak

"Orang yang risau terhadap akhirat akan Allah beri kekayaan di dalam kalbunya, akan Allah kumpulkan kemuliaan pada dirinya, serta dunia akan mendatanginya tanpa disangka-sangka.
Sementara orang yang risau terhadap dunia, Allah berikan kemiskinan dalam pandangannya, Allah hancurkan kemuliaannya, dan dunia akan mendatanginya sesuai dengan ukuran yang yang telah ditetapkan. Di waktu petang ia merasa fakir, di waktu pagi juga demikian.
Tidaklah seorang hamba mendatangi Allah disertai kalbunya kecuali Dia akan membuat kalbu kaum mukmin mengasihi dan menyayanginya. Selain itu, Allah sangat cepat dalam memberikan kebaikan untuknya."

( Rasulullah s.a.w )

Humor Gus Dur

Banser Keseleo Lidah

Ketika diundang pada suatu acara di Malang Jawa Timur, Gus Dur ditunggu banyak pihak. Banser pun yang selalu sibuk bila Gus Dur ada acara di daerahnya juga memantau melalui walky talky yang selalu digenggamnya. Salah seorang Banser berada di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Ia senantiasa melaporkan perkembangan di sana setiap saat.

Begitu pesawat yang ditumpangi Gus Dur datang, dia senang bukan main. Maka dengan bersemangat dia langsung melapor ke panitia di lokasi acara, melalui walky talky-nya. Karena begitu bersemangatnya dia pun gugup tak karuan.

"Halo, kontek, kontek! Kiai Abdurrahman Saleh sudah mendarat di bandara Abdurrahman Wahid," katanya. Tentu saja panitia yang menerima laporannya kaget dan sekaligus tertawa.

Al-Hikam

Jenis-Jenis Bashirah


"Syu'aa 'ul bashirah (sinar mata batin) memperlihatkan padamu kedekatan-Nya darimu. 'Ainul bashirah (penyaksian mata batin) membuatmu menyaksikan ketiadaanmu karena wujud-Nya. Dan haqqul bashirah (mata batin yang hakiki) membuatmu menyaksikan wujud-Nya, bukan ketiadaanmu ataupun wujudmu."


Penjelasan :

Dalam hikmah ini disebutkan mengenai 'cahaya akal', 'cahaya ilmu' dan 'cahaya Ilahi'. Siapa saja yang menggunakan akalnya (cahaya akal) sesuai dengan petunjuk dari Allah, akan senantiasa merasakan keberadaan dirinya dekat dengan Allah. Kemudian, siapa saja yang menggunakan ilmunya (cahaya ilmu) akan menganggap dirinya tidak eksis jika dibandingkan dengan keberadaan Allah. Dan siapa saja yang menggunakan pemahaman Ilahiyah (cahaya Ilahi), hanya akan merasakan kehadiran Allah saja, tidak yang lain. Atau dengan kata lain, semua yang ada bagi mereka tidak lagi berharga. Oleh karena itu mereka menganggapnya tidak ada.

Selasa, 13 Juli 2010

Munajat

"Wahai yang membolak-balikkan kalbu dan pandangan. Teguhkan kalbuku ini di atas agama dan ketaatan pada-Mu."

( Rasulullah s.a.w )

Humor Gus Dur

Makanan Paling Haram

Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.

Ajudan : Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?
Gus Dur : Babi
Ajudan : Yang lebih haram lagi
Gus Dur : Mmmm..... babi mengandung babi!
Ajudan : Yang paling haram?
Gus Dur : Mmmm....nggg.... babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi!!!

Petuah Bijak

"Orang yang cerdik adalah orang yang merendahkan nafsunya dan beramal bagi kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang dungu adalah orang yang mengikuti nafsunya dan berangan-angan (mendapatkan balasan kebaikan) dari Allah."

( Rasulullah s.a.w )

Al-Hikam

Memperturutkan Hawa Nafsu


"Pangkal segala maksiat, kelalaian dan syahwat adalah ridha terhadap nafsu. Dan pangkal dari segala ketaatan, kewaspadaan dan kesucian adalah engkau tidak ridha terhadap hawa nafsu."


"Bersahabat dengan orang jahil yang tidak memperturutkan hawa nafsunya lebih baik bagimu daripada bersahabat dengan orang alim yang tunduk pada hawa nafsunya. Ilmu macam apa yang disandang si alim yang tunduk pada hawa nafsunya itu? Sebaliknya, kejahilan apalagi yang dapat disandangkan pada orang jahil yang tidak memperturutkan hawa nafsunya?"


Penjelasan :

Dalam hikmah ini disebutkan, bahwa seseorang disebut jahil manakala ia tidak mampu untuk menundukkan bisikan syahwatnya ke arah yang diridhai oleh Allah. Terlebih apabila bisikan tersebut membawanya ke dalam kubangan nafsu yang tidak terkendali.

Disamping itu, Syaikh juga berpesan, agar kita senantiasa selektif di dalam memilih teman keseharian. Utamakan berteman dengan orang yang menjaga akhlak terhadap sesama, dan juga berakhlak kepada Allah.

Senin, 12 Juli 2010

Anekdot Sufi

Polisi dan Rokok


Ada seorang Habib yang dikenal cukup keras berceramah, utamanya soal halal haram. Dalam sebuah kesempatan, sang Habib bertemu dengan soarang Kiai Sufi yang menjadi perokok berat di sebuah rumah kawan keduanya. Melihat Kiai tadi terus mengepulkan asap rokok, dengan nada sinis, sang Habib lalu menyindir:
"Bagaimana hukumnya orang yang menerjang rambu-rambu lalu lintas itu?"
"Ya, harus dihukum!" jawab sang Kiai.
"Apalagi kalau si pelanggar itu tahu benar tentang aturan lalu lintas, alangkah beratnya hukuman itu..." sindir Habib lagi.
Karena tak enak mendengar sindiran itu, sang Kiai lantas balik menyerang:
"Bib, apa yang Anda katakan benar. Tapi saya kan sangat kenal dekat, bahkan menyatu dengan jiwa polisi itu. Walaupun dia tahu ada pelanggaran, tetapi ternyata yang melanggar itu orang yang sangat dekat dengannya, saya pasti dibebaskan dari hukuman. Tapi kalau Anda yang melanggarpasti dihukum. Sebab Anda tidak dekat dengan polisi, bahkan mungkin Anda tidak dikenal sama ssekali oleh polisi itu."
Tahu dirinya diserang, Sang Habib pun merah padam mukanya. Ia kemudian pamit begitu saja pada tuan rumah, sambil membawa emosi yang masih mendongkol.








(Diambil dari Majalah Cahaya Sufi)

Humor Gusdur

Sesama Setan Dilarang Saling Melempar


Seorang presiden dan Menpen (menteri penerangan) di era pemerintahan orde baru mempunyai pengalaman menarik dalam menunaikan ibadah haji di Mekkah. Pengalaman ini khususnya terjadi pada saat dia (menpen) melempar jumrah. Bayangkan, setiap kalidia melempar jumrah, batunya selalu berbalik(memantul) menimpa dahinya. Sudah tujuh kali batu yang dia lontarkan berbalik menimpa dahinya dengan cara yang sama. Sudah tentu dia bingung dan mulai ketakutan. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Mau meninta petunjuk presiden, tentu tidak mungkin, karena sama-sama sedang sibuk. Ditengah kebingungan itulah, tiba-tiba dia mendengar suara halus di telinganya, "Sesama setan dilarang saling melempar!"

Petuah Bijak

"Memberi nasihat itu mudah. Yang susah adalah menerimanya, karena ia akan dirasakan pahit oleh si penghamba nafsu, mengingat perkara-perkara yang terlarang itu sangat dicintainya, lebih-lebih lagi di kalangan penuntut-penuntut ilmu formal, yang telah banyak membuang waktu, mencari kebesaran diri sendiri dan mengharap kemegahan di dunia ini."

( Imam Abu Hamid Al-Ghazali )

Al-Hikam

Agar Mudah Menyambut Panggilan Allah


"Keluarkanlah dari sifat-sifat kemanusiaanmu, setiap sifat yang menyalahi ubudiyah-mu (penghambaan), supaya mudah bagimu menyambut panggilan Al-Haq (Allah) dan mendekat ke hadirat-Nya."


Penjelasan :

Pada dasarnya, manusia memiliki sisi baik dan juga sisi buruk. Oleh karena itu Syaikh Ibnu 'Atha'illah mengingatkan, apabila kita mampu mengendalikan sisi buruk yang ada pada diri kita, dan semaksimal mungkin mengisinya dengan sisi baikyang kita miliki, maka hal itu mampu untuk mengantarkan kita menuju Allah Ta'ala.

Minggu, 11 Juli 2010

Anekdot Sufi

Dua Orang Jujur

Ka'b Ibul Ahbar meriwayatkan. Ada dua laki-laki kaum Bani Israil yang sama-sama pergi ke masjid. Salah satunya tidak mau masuk ke masjid, kecuali menunggu di luar saja sembari duduk-duduk. Orang ini berkata "Orang macam aku tidak pantas masuk masjid karena aku terlalu banyak dosa kepada-Nya."
Karena pengakuannya yang jujur itulah, lelaki ini dicatat sebagai orang yang jujur.

Ada kisah lain masih dari orang Bani Israil yang ahli maksiat. Atas perbuatannya itu, orang tersebut merasa gelisah. Hatinya pun selalu gundah bila teringat dosa yang disandangnya. Sambil mondar-mandir ke sana ke mari, orang itu lalu berkata, "Dengan cara apa Tuhanku rela kepadaku?" Dengan cara apa Tuhanku rela kepadaku........."
Akhirnya, dengan pengakuannya itu pula orang tersebut ditulis sebagai orang yang jujur.

Humor Gusdur

Pipis di Kuala Lumpur

Dua orang pria sedang "pipis" di sebuah toilet di Kuala Lumpur. Tiba-tiba yang seorang menoleh kepada pria di sebelahnya sambil bertanya,
"Orang Indonesia , ya?"
"Ya" jawab yang satunya
"Muslim, ya?"
"Betul"
"Dari kota Jombang, ya?"
"Iya dari Jombang"
"Yang nyunat anda Haji Hanafi yang matanya buta sebelah, ya?"
"Betul" (sambil berpikir) "Tapi kok....mas bisa tahu semua itu?"
"Soalnya cuma Haji Hanafi yang sayatan sunatnya melenceng dan anda sedang mengencingi sepatu saya".....

Petuah Bijak

"Hiduplah sesukamu, tapi ingat, kamu akan mati. Cintailah apa saja yang kamu kehendaki, tapi ingat, kamu akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, tapi ingat, kamu akan dibalas (sesuai perbuatanmu)."

( Rasulullah s.a.w )

Al-Hikam

Allah Tidak Terhijab Oleh Apapun


"Al-Haq (Allah) tidak terhijab, tapi engkaulah yang terhalang dari melihat-Nya. Sekiranya Allah terhijab oleh sesuatu, maka sesuatu itu berarti telah menutupi-Nya. Dan bila ada tutup bagi-Nya, maka tentu ada wujud-Nya akan terkurung oleh sesuatu tersebut. Dan sesuatu yang mengurung tentu menguasai yang dikurung, padahal Allah Mahakuasa atas semua hamba-Nya."


Penjelasan :

Allah Ta'ala adalah Zat Yang Mahasegalanya. Sedangkan semua makhluk ciptaan-Nya memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu, Syaikh Ibnu Atha'illah berpesan, jangan sampai keterbatasan kita sebagai makhluk menjadikan kita durhaka kepada Allah.

Sabtu, 10 Juli 2010

Anekdot Sufi

Gara-Gara Susu Tak Mau Surga

Kisah ini dialami oleh keluarga Yunus di Kalibata, Jakarta Selatan. Anak yang disayanginya tiba-tiba menolak untuk melakukan shalat seperti biasanya.
"Kenapa Nak? Kok tidak mau shalat?" tanya ibundanya.
"Habis kata ustadz saya, orang yang mengerjakan shalat itu nanti masuk surga!"
"Lho, memang benar, Nak.....Kamu tidak mau masuk surga?"
"Ngak ah! Saya ngak mau masuk surga!"
"Memangnya kenapa?"
"Habis.....kata Pak Ustadz di surga ada sungai mengalir, dan sungai itu adalah sungai susu. Nanti saya jadi eneg. Bosan ah dengan susu, lagi-lagi susu melulu!"

Ibunya baru faham, betapa memang sang anak sangat benci dengan susu. Besok paginya sang ustadz pun lalu didatangi.
"Pak Ustadz kalau menjelaskan tentang surga itu jangan sungai susu saja yang dicontohkan. Anak saya eneg dengan susu. Anak saya sukanya sprite dan coca cola. Bilang saja kalau di surga itu ada sungai coca cola dan sungai sprite, kan sah-sah saja...." kata ibunya agak dongkol.

Sang Ustadz kagetnya bukan main. Entah apa yang dipikirkan, yang jelas, Pak Ustadz sedang berfikir seribu kali untuk mengubah cara mendidik anak-anak agar mengenal Tuhan dan surga dengan baik.

sumber : majalah Cahaya Sufi

Petuah Bijak

"Aku mencintai orang-orang saleh, meskipun aku belum termasuk golongan mereka. Aku tetap berharap semoga aku mendapatkan syafaat dari mereka. Aku membenci orang-orang durhaka meskipun sebenarnya, mungkin, aku pun termasuk golongan mereka."

( Imam Safii )

Al-Hikam

Introspeksi Diri Lebih Utama


"Usahamu untuk mengetahui aib-aib yang tersembunyi dalam dirimu adalah lebih baik daripada berusaha menyingkap perkara gaib yang tersembunyi darimu."


Penjelasan:

Syaikh Ibnu Atha'illah berpesan, jadilah hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam berbenah diri menuju keridhaan Allah. Dan segeralah tinggalkan sikap merasa diri telah mapan (final) dalam pencarian.

Jumat, 09 Juli 2010

Munajat

"Wahai Tuhanku, bagaimana aku bisa bersyukur kepada-Mu, sedangkan syukurku kepada-Mu itu sendiri adalah nikmat dari-Mu untukku yang wajib aku syukuri?"

( Musa a.s. )

Al-Hikam

Cahaya-Cahaya Allah


"Orang-orang yang tengah berjalan menuju Allah mendapat petunjuk dengan cahaya tawajjuh (konsentrasi menghadap Allah). Sedangkan orang-orang yang telah sampai kepada Allah mempunyai anwaar al-muwaajahah (cahaya yang didapatkan dari berhadapan dengan-Nya). Kelompok pertama (yang tengah berjalan menuju Allah) adalah milik cahaya (membutuhkan cahaya agar sampai pada tujuan). Sedangkan kelompok kedua (yang telah sampai pada Allah), adalah yang memiliki cahaya, sebab mereka itu milik Allah, bukan milik sesuatu selain-Nya. 'Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al-Qur'an kepada mereka) biarkan mereka bermain-main dalam kesesatan mereka.' (al-An'aam:91)


Penjelasan:

Hakikat tauhid itu adalah, apabila seorang hamba telah mampu untuk menyingkirkan pengaruh selain dari Allah Ta'ala. Karena ia sangat meyakini, bahwa semua pengaruh selain Allah itu bersifat menipu.

Kamis, 08 Juli 2010

Petuah Bijak

"BEKAL DUNIA KURANG, BISA HUTANG, TETAPI BEKAL AKHIRAT KURANG, TAKKAN BISA HUTANG, MAKA MENABUNGLAH SEBANYAK-BANYAKNYA UNTUK DITUAI DI AKHIRAT NANTI."


( Hadratusy Syaikh Abdul Jalil Mustaqim )

Al-Hikam

Berderma Sesuai Kemampuan


"Orang yang mempunyai keluasan harta hendaklah berderma menurut kemampuannya. Ini ditujukan bagi mereka yang telah sampai kepada Allah. Dan bagi siapa yang masih sempit rezekinya, maka hendaknya ia mendermakan apa yang diberikan Allah kepadanya. Ini ditujukan kepada mereka yang tengah menuju Allah."


Penjelasan :

Para penempuh jalan menuju Allah yang telah sampai ke tujuannya akan merasakan keluasan hati, karena terbebas dari belenggu 'melihat kepada sesuatu selain-Nya' menuju 'alam tauhid'. Hingga mereka lebih leluasa untuk taat, dalam bentuk apapun. Sebaliknya, bagi para penempuh jalan yang masih merangkak menuju kepada Allah Ta'ala, mereka juga memiliki kewajiban, tentunya sesuai dengan kemampuan yang ada pada sisi mereka.

Rabu, 07 Juli 2010

Al-Hikam

Eksistensi Allah dan Alam


"Betapa jauh bedanya antara orang yang berdalil bahwa 'adanya Allah menunjukkan adanya alam', dengan orang yang berdalil bahwa 'adanya alam menunjukkan adanya Allah'. Orang yang berdalil 'adanya Allah menunjukkan adanya alam' itu mengerti betul bahwa kebenaran adalah bagi Sang Pemilik, sehingga ia menetapkan segala perkara dengan merujuk kepada asalnya (Allah). Sedangkan orang yang berdalil 'adanya alam menunjukkan adanya Allah' adalah karena ia tidak sampai kepada-Nya. Kapankah Allah itu gaib, sehingga diperlukan bukti untuk mengetahui keberadaan-Nya? Dan bilakah Dia itu jauh, sehingga benda-benda alamlah yang mengantar kita kepada-Nya."


Penjelasan :

Asal kejadian manusia itu adalah tidak tahu apa-apa, kemudian Allah melengkapinya dengan segala jenis kebutuhan untuk mengenal-Nya. Semua ini bertujuan agar manusia bersyukur kepada-Nya. Sebab, hanya dengan bersyukur manusia mampu mengenali jatidirinya.

Allah Ta'ala berfirman ,

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa. Lalu Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur."

Selasa, 06 Juli 2010

Al-Hikam

Batiniah Mempengaruhi Lahiriah


"Apa yang tersimpan dalam kegaiban hati, akan teraktualisasikan (termanifestasi) di dunia nyata."


Penjelasan :

Apa yang tersembunyi dalam rahasia gaib, yaitu berupa cahaya Ilahi dan ma'rifat, akan tampak pengaruhnya pada anggota lahir. Sebagaimana Abu Hafshah pernah berkata, "Indahnya adap secara lahir mencerminkan apa yang tersembunyi di dalam batin."

Rasulullah saw. ketika melihat seseorang yang anggota tubuhnya banyak bergerak di dalam shalat, maka beliau menegur setelahnya dengan berkata, "Apabila hatimu khusyuk ketika shalat tadi, maka khusyuk pula seluruh anggota tubuhmu."

Senin, 05 Juli 2010

Al-Hikam

Nilai Permulaan Mencerminkan Hasil Akhir Perolehan


"Barangsiapa yang cemerlang pada permulaan, akan cemerlang pula pada kesudahannya."


Penjelasan :

Siapa yang pada masa awal pencariannya bersandar secara tepat kepada Allah Ta'ala, atau benar di dalam tawakal kepada-Nya, maka ia kan sampai ke hadirat - Nya secara cemerlang.

Minggu, 04 Juli 2010

Al-Hikam

Keberhasilan Mencapai Tujuan Tergantung Pada Niat Awalnya


"Diantara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan."


Penjelasan :

Seorang arif pernah berkata, "Barangsiapa yang menyangka bahwa ia akan dapat sampai kepada Allah dengan perantaraan sesuatu selain-Nya, maka pasti akan terputus karenanya. Juga siapa saja yang ibadahnya bersandar pada kemampuan dirinya sendiri, padahal sesungguhnya merupakan pemberian Allah, maka ia tidak akan mencapai nilai tawakal yang sesungguhnya."

Sabtu, 03 Juli 2010

Al-Hikam

Dikabulkannya Permintaanmu oleh Allah Tergantung Penyerahan Dirimu Kepada-Nya


"Permintaan tidak akan tertahan, selama engkau memohon (hanya) kepada Allah. Namun, permintaan tidak akan mudah, apabila engkau bergantung pada dirimu sendiri."


Penjelasan :

Segala sesuatu yang engkau mohon dengan menyandarkannya kepada Allah Ta'ala akan menjadi mudah. Sedangkan segala sesuatu yang engkau mohon dengan bertumpu pada dirimu sendiri, maka akan menjadi sulit. Oleh karena itu, janganlah engkau meminta sesuatu kecuali dengan menyandarkannya kepada Allah, tentu disertai dengan memperhatikan adap yang dituntunkan.

Jumat, 02 Juli 2010

Al-Hikam

Penderitaan dan Cobaan Merupakan Karakter Asli Dunia


"Jangan engkau merasa heran atas terjadinya kesulitan selama engkau berada di dunia ini, sebab memang begitulah yang patut terjadi dan menjadi karakter asli dunia."


Penjelasan :

Rasulullah saw. pernah berpesan kepada Abdullah bin Abbas ra. "Apabila engkau sanggup beramal karena Allah secara tulus dan penuh dengan keyakinan, maka laksanakanlah. Namun, apabila engkau tidak mampu untuk melakukannya, maka bersabarlah. Karena sesungguhnya sabar itu merupakan suatu keuntungan tersendiri bagimu."

Umar ibn - Khathab ra. pernah berkata kepada seseorang, "Apabila engkau bersabar, maka hukum Allah Ta'ala tetap berlaku, dan engkau mendapatkan pahala atasnya. Namun apabila tidak bersabar, maka ketentuan Allah tetap berlaku, dan engkau berdosa karenanya."