Sabtu, 17 Juli 2010

Anekdot Susi

Menjelang jatuhnya penguasa Orba dulu, ada seorang sufi mengumumkan agar para jamaahnya menimbun gabah, satu keluarga satu ton.
Para jamaah paham, jika sang sufi itu sudah bicara demikian, pasti akan krisis pangan. Maka ramai-ramailah mereka menimbun gabah.

Salah seorang jamaah dengan bangganya melaporkan aktivitas penimbunan gabah itu kepada sang guru sufi.
"Pak Kiai, saya sudah menimbun gabah."
"Lho, untuk apa? kamu kan kaya raya, untuk apa menimbun gabah."
"Memenuhi perintah Pak Kiai...."
"Seberapa kamu menimbun?"
Tiga ratus ton, pak Kiai..."
"Haaahhk...Untuk apa sebanyak itu?"
"Nanti akan saya jual kalau beras harganya naik Pak Kiai..."
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un....Sekarang juga kamu jual gabahmu semuanya. Saya suruh kalian menimbun gabah itu, agar nanti kalau krisis pangan kamu bisa bagi-bagi ke tetanggamu yang miskin, kok malah mau kamu bisniskan...."

Petuah Bijak

"Gantilah sahabatmu dengan khalwat, makananmu dengan lapar, dan ucapanmu dengan munajat, maka kau akan mati mencapai Allah."

( Abu 'Abdallah al-Ramli )

Humor Gus Dur

Kalah Dengan Orang Madura

Tiga orang asal Madura ditangkap polisi Malaysia. Mereka dianggap bersalah karena menangkap ikan di perairan Negeri Jiran tersebut. Para nelayan itu kemudian disel.
Ketika KH ABdurrahman Wahid (Gus Dur) berkunjung ke Malaysia, dia nyambangi mereka di tahanan. Maka, terjadilah dialog.

"Gimana, sampean kok sampai melanggar peraturan. Kan nggak boleh menangkap ikan milik pemerintah Malaysia. Itu kan sama dengan mencuri," kata Gus Dur yang mantan ketua umum PB NU tiga periode itu.

Lalu apa jawab si Madura?

"Lho, Gus, saya tak mencuri ikan milik pemerintah Malaysia. Ikan yang saya tangkap itu saya kejar dari perairan Madura," katanya.
Kali ini Gus Dur kalah.

Al-Hikam

Hanya Dia yang Bisa Memenuhi Kebutuhanmu


"Jangan meminta sesuatu hajat kepada selain Allah, Karena Dia-lah yang menurunkan hajat itu kepadamu. Bagaimana mungkin selain Dia mampu mengangkat segala apa yang telah diletakkan oleh-Nya? Dan bagaimana mungkin orang yang tidak mampu membebaskan dirinya dari suatu hajat dapat membebaskan orang lain dari sebuah hajat?"


Penjelasan :

Segala sesuatu selain Allah Ta'ala, sesungguhnya tidak layak dan tidak pantas sebagai tempat bermohon atau meminta sesuatu. Sebab, pada kenyataannya, mereka sendiri tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa pemberian dan bantuan dari Allah. Maka, mulai saat ini jadikan Allah sebagai satu-satunya tempat kita memohon dan menyandarkan harapan.