Senin, 26 Juli 2010

Anekdot Sufi

SUFI DAN BENCANA PENGUASA

Setiap kejatuhan penguasa di Indonesia, selalu didahului munculnya seorang seorang Syekh Sufi yang hebat ke negeri ini. Sampai-sampai rakyat ini selalu miris ketika ada kabar kalau sang sufi itu hendak datang dan muncul kembali. Jangan-jangan akan ada tragedi jatuhnya penguasa negeri, dan sebagainya dan sebagainya.
"Apakah kita tidak punya upaya untuk menghalangi munculnya sang sufi itu?" kata politisi pendukung kekuasaan. "Itu bisa membahayakan negara!"
"Anda dan bangsa ini sesungguhnya hendak diselamatkan oleh sufi itu, kenapa Anda ribut?" kata lawan politiknya.
"Diselamatkan apanya? Wong dia datang bisa membuat kami terguling dari kursi kekuasaan."
"Sufi itu datang karena dia tahu bahwa pimpinan Anda akan terguling!"
"Lalu?"
"Agar ia terguling dengan nikmat, dan rakyat selamat, maka ia perlu muncul ke permukaan."
"Hah! Bedebah! Dasar, kamu memang politisi!"
"Lha, kamu apa?"

Petuah Bijak

"JIKA KAMU MENYURUH SESEORANG PADA KEBAIKAN, KAMULAH SEBAIKNYA YANG PERTAMAKALI MELAKUKANNYA. JIKA TIDAK, KAMULAH YANG AKAN BINASA!"

( Hasan Al-Bashri )

Humor Gus Dur

Ingin Bertemu Nyi Roro Kidul

GUSDUR selain dikenal sebagai tokoh Islam juga memiliki komitmen kuat terhadap demokrasi. Ia juga punya perhatian khusus terhadap kelompok-kelompok tertindas dan minoritas. Jadi dia tokoh multidimensi. Sebagian warga NU bahkan ada yang menganggap bahwa dia wali.
Tak aneh, ketika menyelenggarakan open house di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, ia banyak dikunjungi tamu dari berbagai kelas dan kalangan. Mulai dari pejabat, politikus, mahasiswa, kiai, sampai masyarakat awam. Tentu saja kepentingannya berbeda-beda. Ada yang hanya bertukar, mengeluh, mengadu, dan ada pula yang menyampaikan permintaan aneh-aneh.
Suatu hari dalam acara open house tersebut, Gus Dur kedatangan seorang tamu. Rupanya dia berasal dari masyarakat awam yang menyenangi hal-hal klenik (mistis). Setelah basa basi si tamu menyampaikan keinginan yang sebenarnya. Agaknya keinginan itu bukan keinginan biasa. Sitamu ingin dipertemukan dengan Nyi Roro kidul, penguasa pantai selatan pulau Jawa. Mendengar hal itu, Gus Dur pun mengangguk-anggukkan kepala.

"Apakah sampean belum pernah melihat Nyi Roro Kidul?"
"Belum Gus."
"Sampean betul-betul ingin ketemu?"
"Benar, Gus."
"Sampean tahu..."
"Ada apa, Gus?" si tamu makin penasaran.
"Begini-begini, saya juga pingin ketemu," kata Gus Dur ringan.
Seketika seisi ruangan tergelak. Sementara si tamu tadi tersipu-sipu.

Al-Hikam

Dosa Dan Prasangka Kepada Allah


"Janganlah suatu dosa terlihat begitu besar bagimu, hingga merintangimu dari berprasangka baik kepada Allah. Sesungguhnya siapa yang mengenal Rabbnya pasti akan menganggap dosanya tidak seberapa dibandingkan dengan kemurahan-Nya."


Penjelasan:

Allah Ta'ala berfirman,
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu, juga kepada surga yang luasnya meliputi langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa." (Ali 'Imran: 133)

Rasulullah saw. pernah bersabda,
"Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, andaikata kalian tidak berbuat dosa, niscaya Dia akan mematikan kalian, lalu menciptakan umat baru yang melakukan dosa, kemudian mereka memohon ampunan-Nya, dan diampuni dosa-dosa mereka semuanya."

Beliau juga pernah menegaskan, bahwa perbuatan dosa itu lebih ringan jika dibandingkan dengan berlaku sombong. Sebab, sikap sombong menjauhkan hamba dari Rabbnya. Sedangkan perbuatan dosa menarik hamba untuk mendekat kepada-Nya. Demikian menurut Syaikh Ibn 'Atha'illah.