Rabu, 14 Juli 2010

Anekdot Sufi

Antara Berpuasa Dan Bertengkar


Dua orang yang sedang berpuasa terlibat dalam percekcokan. Yang seorang mencaci maki dengan kata-kata tajam, sedangkan yang seorang lagi tidak berkata sepatah pun.
Setelah orang yang mencaci maki itu merasa lelah dan berhenti berkata-kata, ia lalu ditanya, "Kalau seorang memberikan sesuatu kepada orang lain tetapi pemberian itu ditolaknya, kepada siapakah ia harus dikembalikan?"
"Si pemberilah yang berhak menggambilnya kembali," jawab orang yang mencaci.
"Baiklah, semua caci maki yang Anda berikan aku tolak, dan Andalah yang berhak menerimanya. Ya Allah, aku sedang berpuasa......ya Allah, aku sedang berpuasa," timpal orang yang dicaci.

Petuah Bijak

"Orang yang risau terhadap akhirat akan Allah beri kekayaan di dalam kalbunya, akan Allah kumpulkan kemuliaan pada dirinya, serta dunia akan mendatanginya tanpa disangka-sangka.
Sementara orang yang risau terhadap dunia, Allah berikan kemiskinan dalam pandangannya, Allah hancurkan kemuliaannya, dan dunia akan mendatanginya sesuai dengan ukuran yang yang telah ditetapkan. Di waktu petang ia merasa fakir, di waktu pagi juga demikian.
Tidaklah seorang hamba mendatangi Allah disertai kalbunya kecuali Dia akan membuat kalbu kaum mukmin mengasihi dan menyayanginya. Selain itu, Allah sangat cepat dalam memberikan kebaikan untuknya."

( Rasulullah s.a.w )

Humor Gus Dur

Banser Keseleo Lidah

Ketika diundang pada suatu acara di Malang Jawa Timur, Gus Dur ditunggu banyak pihak. Banser pun yang selalu sibuk bila Gus Dur ada acara di daerahnya juga memantau melalui walky talky yang selalu digenggamnya. Salah seorang Banser berada di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Ia senantiasa melaporkan perkembangan di sana setiap saat.

Begitu pesawat yang ditumpangi Gus Dur datang, dia senang bukan main. Maka dengan bersemangat dia langsung melapor ke panitia di lokasi acara, melalui walky talky-nya. Karena begitu bersemangatnya dia pun gugup tak karuan.

"Halo, kontek, kontek! Kiai Abdurrahman Saleh sudah mendarat di bandara Abdurrahman Wahid," katanya. Tentu saja panitia yang menerima laporannya kaget dan sekaligus tertawa.

Al-Hikam

Jenis-Jenis Bashirah


"Syu'aa 'ul bashirah (sinar mata batin) memperlihatkan padamu kedekatan-Nya darimu. 'Ainul bashirah (penyaksian mata batin) membuatmu menyaksikan ketiadaanmu karena wujud-Nya. Dan haqqul bashirah (mata batin yang hakiki) membuatmu menyaksikan wujud-Nya, bukan ketiadaanmu ataupun wujudmu."


Penjelasan :

Dalam hikmah ini disebutkan mengenai 'cahaya akal', 'cahaya ilmu' dan 'cahaya Ilahi'. Siapa saja yang menggunakan akalnya (cahaya akal) sesuai dengan petunjuk dari Allah, akan senantiasa merasakan keberadaan dirinya dekat dengan Allah. Kemudian, siapa saja yang menggunakan ilmunya (cahaya ilmu) akan menganggap dirinya tidak eksis jika dibandingkan dengan keberadaan Allah. Dan siapa saja yang menggunakan pemahaman Ilahiyah (cahaya Ilahi), hanya akan merasakan kehadiran Allah saja, tidak yang lain. Atau dengan kata lain, semua yang ada bagi mereka tidak lagi berharga. Oleh karena itu mereka menganggapnya tidak ada.