Sabtu, 10 Juli 2010

Anekdot Sufi

Gara-Gara Susu Tak Mau Surga

Kisah ini dialami oleh keluarga Yunus di Kalibata, Jakarta Selatan. Anak yang disayanginya tiba-tiba menolak untuk melakukan shalat seperti biasanya.
"Kenapa Nak? Kok tidak mau shalat?" tanya ibundanya.
"Habis kata ustadz saya, orang yang mengerjakan shalat itu nanti masuk surga!"
"Lho, memang benar, Nak.....Kamu tidak mau masuk surga?"
"Ngak ah! Saya ngak mau masuk surga!"
"Memangnya kenapa?"
"Habis.....kata Pak Ustadz di surga ada sungai mengalir, dan sungai itu adalah sungai susu. Nanti saya jadi eneg. Bosan ah dengan susu, lagi-lagi susu melulu!"

Ibunya baru faham, betapa memang sang anak sangat benci dengan susu. Besok paginya sang ustadz pun lalu didatangi.
"Pak Ustadz kalau menjelaskan tentang surga itu jangan sungai susu saja yang dicontohkan. Anak saya eneg dengan susu. Anak saya sukanya sprite dan coca cola. Bilang saja kalau di surga itu ada sungai coca cola dan sungai sprite, kan sah-sah saja...." kata ibunya agak dongkol.

Sang Ustadz kagetnya bukan main. Entah apa yang dipikirkan, yang jelas, Pak Ustadz sedang berfikir seribu kali untuk mengubah cara mendidik anak-anak agar mengenal Tuhan dan surga dengan baik.

sumber : majalah Cahaya Sufi

Petuah Bijak

"Aku mencintai orang-orang saleh, meskipun aku belum termasuk golongan mereka. Aku tetap berharap semoga aku mendapatkan syafaat dari mereka. Aku membenci orang-orang durhaka meskipun sebenarnya, mungkin, aku pun termasuk golongan mereka."

( Imam Safii )

Al-Hikam

Introspeksi Diri Lebih Utama


"Usahamu untuk mengetahui aib-aib yang tersembunyi dalam dirimu adalah lebih baik daripada berusaha menyingkap perkara gaib yang tersembunyi darimu."


Penjelasan:

Syaikh Ibnu Atha'illah berpesan, jadilah hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam berbenah diri menuju keridhaan Allah. Dan segeralah tinggalkan sikap merasa diri telah mapan (final) dalam pencarian.