Kamis, 15 Juli 2010

Anekdot Sufi

ERA POLITIK DEWI

Para aktifis dan politisi muda dari kalangan santri sedang berdiskusi mengenai kondisi carut marut politik dengan sejumlah politisi lainnya. Saking pusingnya mereka terhadap situasi politik, sampai mereka tidak tahu, era apa sesungguhnya saat ini.

Lalu seorang santri muda angkat bicara. "Hmmmm..... begini saudara-saudara. Saya hanya mengutip pendapat teman saya yang banyak menulis masalah tasawuf. Katanya, jika seorang yang berada di alam dewa turut campur ke urusan bumi, maka sang dewa mengalami degradasi. Sebaliknya jika orang-orang bumi berhasrat memasuki alam dewa, padahal ia masih di alam bumi, itulah yang namanya nafsu tersembunyi. Nah, sekarang kita ini di era mana? Kita bukan di era dewa dan bukan di era bumi. Tapi kita di era dewi. Sehingga semuanya serba banci tidak karu-karuan.........ha......ha......"

Humor Gus Dur

Nabi Munkar

Dalam sebuah acara di Jakarta seorang ketua organisasi tingkat nasional berbicara di depan umum dan bermaksud hendak mengucapkan kalimat amar ma'ruf nahi munkar. Tetapi tanpa diduga justru yang keluar dari bibirnya adalah amar ma'ruf nabi munkar. "Saya nggak akan bilang dia pemimpin organisasi apa. Yang jelas orangnya masih hidup. Mungkin saja di pemilu yang akan datang dia akan kalah. Lha wong nahi munkar kok bisa jadi nabi munkar?!"

Petuah Bijak

"Mengherankan jika anak Adam itu bersikap sombong, karena sesungguhnya ia keluar dari tempat keluar kencing dua kali."

( Al-Ahnaf bi Qais )

Al-Hikam

Allah Ada dan Tiada Sesuatu Beserta-Nya


"Allah ada, dan tiada sesuatu pun beserta-Nya. Dan kini Dia tetap sebagaimana ada-Nya semula."


Penjelasan :

Bgi mereka yang menduduki maqam ini, semua yang berada di sekitarnya tidak lebih berharga dari sekedar sarana yang akan ditinggalkan dan usang. Bagi mereka, Allah Ta'ala tidak mungkin untuk ditinggalkan dan tidak akan pernah usang. Oleh karena itu, mereka lebih memilih-Nya dibandingkan dengan apapun yang menarik perhatian mata zhahir di dunia ini.