Rabu, 23 Juni 2010

Al-Hikam

Allah Lebih Dekat Kepada Hamba-Nya


"Bagaimana mungkin dapat dibayangkan, kalau sesuatu dapat menjadi hijab atas-Nya, padahal Dia-lah yang menampakkan segala sesuatu?"

"Bagaimana bisa dibayangkan, kalau sesuatu mampu menjadi hijab atas-Nya, apabila Dia-lah yang tampak ada pada segala sesuatu?"

"Bagaimana mungkin dapat dibayangkan, kalau sesuatu mampu untuk menjadi hijab atas-Nya, padahal Dia-lah yang terlihat dalam segala sesuatu?"

"Bagaimana bisa dibayangkan, kalau sesuatu mampu menjadi penghalang atas-Nya, padahal Dia-lah yang Mahatampak atas segala sesustu?"

"Lalu bagaimana dapat dibayangkan, ada sesuatu mampu untuk menjadi penghalang atas-Nya, sedangkan Dia-lah Yang Mahaada sebelum adanya segala sesuatu?"

"Bagaimana pula bisa dibayangkan, kalua sesuatu mampu menjadi penghalang bagi-Nya, sementara Dia (keberadaan-Nya) lebih jelas (tampak) dari segala sesuatu itu sendiri?"

"Dan bagaimana mungkin Dia akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia adalah Yang Mahaesa, yang tidak ada disamping-Nya sesuatu apapun."

"Bagaimana mungkin segala sesuatu akan mampu menghalangi-Nya, jika Dia dekat kepadamu dari segala sesuatu itu sendiri?"

"Bagaimana mungkin Dia bisa dihalangi oleh sesuatu, sementara apabila tidak ada Dia, niscaya tidak akan ada segala seseuatu itu?"

"Alangkah mengherankan, bagaimana mungkin keberadaan sesuatu yang 'pasti ada' (Allah) bisa terhalang oleh sesuatu yang (sebelumnya) 'tidak ada' (adam, yaitu makhluk)?
Bagaimana mungkin pula sesuatu yang baru (al-hadits, yaitu makhluk) dapat bersama dengan Zat yang memiliki sifat Qidam (tidak berpermulaan)?"


Penjelasan :

Hakikat akan sesuatu yang sebelumnya tidak ada (makhluk) itu adalah berupa kegelapan. Sedangkan wujud Allah Ta'ala itu laksana cahaya yang meneranginya. Pesan ini juga bermakna, bahwa kebenaran (Al-Haq) itu selamanya tidak akan mampu menyatu dengan kebatilan. Dan kebatilan akan hancur jika berusaha melawan kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar