Kamis, 29 Juli 2010

Al-Hikam

Warid Dari Allah


"Sesungguhnya Allah memberimu warid, agar kepada-Nya engkau mendekat."


Penjelasan :

Tujuan penciptaan manusia (juga bangsa jin) adalah untuk beribadah (mendekatkan diri) kepada Allah Ta'ala. Maka, sudah sepantasnya jika hamba senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta-Nya. Maka berbahagialah mereka yang mendapatkannya.

Warid adalah pemberian-pemberian Allah yang berupa petunjuk, cahaya ilahi, kesenangan dalam beribadah, dan sebagainya.

Syekh Ibn 'Atha'illah juga berpesan,

"Allah memberimu warid untuk menyelamatkanmu dari cengkeraman dunia dan membebaskanmu dari diperbudak oleh makhluk apapun."


Penjelasan :

Menurut pandangan Syekh Ibn 'Atha'illah, dalam pembahasan mengenai karunia Allah Ta'ala, ada tiga tingkatan warid yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya.

Pertama, supaya hamba merasa ringan dalam menjalankan perintah taat dan beribadah, serta mendekatkan diri ke hadirat-Nya.

Kedua, karena tidak tertutup kemungkinan hamba dirasuki perasaan kurang ikhlas, maka warid yang kedua ini bertujuan untuk melepaskan hamba dari tujuan kepada sesuatu selain Allah.

Ketiga, adalah untuk melepaskan diri hamba dari sifat-sifat wujud yang terbatas (sempit) untuk kemudian menyaksikan kebesaran Allah Ta'ala yang tidak terbatas, sehingga bisa melupakan yang selain-Nya.

Masih dalam kaitan warid ini, Ibn Atha'illah juga mengingatkan,
"Allah memberimu warid untuk melepaskanmu dari penjara wujudmu ke alam syuhud (penyaksian)."

Penjelasan :

Apabila seseorang telah sampai ke maqam syuhud, maka beragam penyakit hati akan segera menyingkir dari jiwanya. Dan apabila seorang hamba telah berada dalam keadaan hati (jiwa) yang tenang, maka bisikan maupun teriakan dunia akan langsung melemah di hadapannya. Kalaupun ia sempat tergoda dan terpikat olehnya, maka ia akan segera kembali. Dengan kata lain, sang hamba akan terbebas dari tuntutan nafsu, belenggu setan, dan bujuk rayu gemerlapnya dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar