Sabtu, 17 Juli 2010

Anekdot Susi

Menjelang jatuhnya penguasa Orba dulu, ada seorang sufi mengumumkan agar para jamaahnya menimbun gabah, satu keluarga satu ton.
Para jamaah paham, jika sang sufi itu sudah bicara demikian, pasti akan krisis pangan. Maka ramai-ramailah mereka menimbun gabah.

Salah seorang jamaah dengan bangganya melaporkan aktivitas penimbunan gabah itu kepada sang guru sufi.
"Pak Kiai, saya sudah menimbun gabah."
"Lho, untuk apa? kamu kan kaya raya, untuk apa menimbun gabah."
"Memenuhi perintah Pak Kiai...."
"Seberapa kamu menimbun?"
Tiga ratus ton, pak Kiai..."
"Haaahhk...Untuk apa sebanyak itu?"
"Nanti akan saya jual kalau beras harganya naik Pak Kiai..."
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un....Sekarang juga kamu jual gabahmu semuanya. Saya suruh kalian menimbun gabah itu, agar nanti kalau krisis pangan kamu bisa bagi-bagi ke tetanggamu yang miskin, kok malah mau kamu bisniskan...."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar